pariwisata

Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo Dorong Pelaku Industri Fesyen Perkuat Aspek Digital

Kamis, 14 April 2022 | 12:24 WIB
Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo menghadiri acara Indonesia Fashion Week (IFW) 2022 di JCC Senayan, Jakarta. (pic. kemenparekraf)

TITIKTEMU.CO JAKARTA - Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo menghadiri acara “jss " di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (13/4) kemarin.

Saat memberi sambutan Angela mendorong pelaku industri fesyen tanah air memperkuat digitalisasi serta aspek keberlanjutan untuk dapat menghasilkan produk-produk berkualitas dan berdaya saing.

Baca Juga: MUDIK: Kuota Mudik Gratis Lebaran 2022 Ditambah 2 Kali Lipat. Buruan Daftar, Tenggat 24 April. Ini Link-nya

Baca Juga: MUDIK: Jelang Lebaran Maskapai Super Air Jet Layani Penerbangan Jakarta-Semarang Bertarif Murah

Penguatan aspek digital serta isu-isu keberlanjutan, menurutnya, menjadi dua hal yang harus dapat diantisipasi para pelaku industri fesyen tanah air.

Karenanya ia mengapresiasi IFW 2022 yang memasukkan dua hal tersebut selama penyelenggaraan IFW yang akan berlangsung hingga 17 April 2022.

Baca Juga: Masjid Soko Tunggal Milik Kraton Jogjakarta, Arsitektur Unik Hanya dengan Satu Tiang Penyangga

"IFW tahun ini akan berinovasi dengan mengadakan bazaar online dan live streaming. Menurut saya ini langkah yang sangat tepat sekali. Ini merupakan kesempatan dan peluang yang kita perlu ambil untuk para pegiat fesyen di tanah air karena fenomena belanja online tidak akan berhenti sampai di sini. Teknologi akan terus berkembang di industri fesyen dan apalagi Indonesia didominasi oleh anak muda yang sangat erat dengan teknologi," kata Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo.

Pandemi COVID-19 telah mengubah consumer behaviour dimana masyarakat menjadi lebih technology minded. Beberapa survei juga menunjukkan meski ada beberapa kecenderungan penurunan konsumsi terhadap produk fesyen dan aksesori selama pandemi, namun penjualan nomor 1 di e-commerce masih didominasi oleh fesyen dan aksesori.

"Saya juga baru membaca data bahwa di tahun 2021 Indonesia mencatat pertumbuhan tertinggi yakni 52 persen untuk lama waktu masyarakat dalam menggunakan shopping apps," kata Angela.

Baca Juga: SBMPTN: Prediksi Nilai UTBK yang Mungkin Lolos SBMPTN 2022 Universitas Brawijaya, Simak Datanya!

Hal ini dikatakan Angela sejalan dengan upaya Kemenparekraf/Baparekraf yang mendorong pelaku UMKM ekonomi kreatif, termasuk fesyen untuk go digital. Dimana terdapat pertumbuhan pemasukan yang cukup signifikan ketika mereka go digital.

"Saya mengapresiasi pihak penyelenggara dari asosiasi perancang dan pengusaha mode Indonesia dan seluruh tim IFW serta para desainer yang terus menghadirkan kreasi dan inovasi untuk terus menggairahkan industri fesyen tanah air," ujarnya.

Lebih lanjut Wamenparekraf menjelaskan, McKinsey dalam surveinya terkait fesyen menunjukkan bahwa ada satu peluang yang harus dimanfaatkan para pegiat fesyen. Yaitu terkait isu-isu sustainability.

Halaman:

Tags

Terkini