TITIKTEMU.CO KLATEN - Gunung Merapi yang berada di perbatasan antara Daerah Istimewa Yogyakarta dan Provinsi Jawa Tengah menyimpan beragam kekayaan.
Mulai dari kekayaan alam hingga beragam kekayaan sosial budaya, serta kearifan lokal. Seperti di kawasan Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, terdapat sebuah perkampungan yang menarik anda kunjungi.
Baca Juga: Puluhan Orang Tua di Kulon Progo Tolak Anaknya Divaksin Covid-19, Begini Alasannya
Baca Juga: Gawat! Omicron di Indonesia 318 Orang, Covid-19 Tambah 479 Kasus
Adalah Gligir Pasang sebuah perkampungan yang terpisah dan terisolir dari perkampungan lainnya. Kampung Gligir Pasang Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang itu, seperti ditulis laman Pemkab Klaten, lebih dikenal dengan nama Gir Pasang.
Sebelum memasuki perkampungan tersebut anda akan dihadapkan pada sebuah jurang yang curam dengan jalan setapak yang membelahnya. Sebenarnya ada jalur lain menuju desa Gir Pasang, tetapi medannya lebih berat, yakni melalui wilayah Taman Nasional Gunung Merapi.
Baca Juga: Ashanty Positif Covid-19, Begini Sindiran Deddy Corbuzier dan Susi Pudjiastuti
Hanya berjarak kurang lebih lima kilometer dari Puncak Merapi, wilayah Gir Pasang, termasuk jalur untuk menuju kesana masih banyak ditumbuhi beragam vegetasi. Jika anda beruntung, saat meniti satu persatu anak tangga menuju ke perkampungan tersebut anda bisa melihat kawanan monyet ekor panjang mencari makan.
Gir Pasang tidak hanya unik karena letak geografisnya semata. Sesampainya di perkampungan tersebut anda akan disambut dengan suasana yang tenang dan sederhana.
Tokoh masyarakat, Mbah Padmo, terus berupaya menjaga beragam kearifan lokal seperti budaya gotong royong yang telah mulai banyak ditinggalkan masyarakat.
Baca Juga: Akhirnya...Kloter Pertama Umrah Diberangkatkan, Kemenag: Patuhi Prokes, Pandemi Belum Berakhir
Tidak hanya menikmati keindahan alam dan kehidupan sosial masyarakatnya, kuliner khas Gir Pasang seperti nasi jagung dan sayur bung bambu cendani akan semakin memperkaya pengalaman anda di desa yang eksotis ini. ***