“Alhamdulillah, meskipun sempat tertunda beberapa hari, akhirnya Kirab Pusaka bisa kita laksanakan. Selama berjalan tadi, kita tidak boleh bicara. Semuanya melakukan tapa bisu sambil berdoa dan bersholawat dalam hati agar kedepan Blora semakin baik lagi, dan sejahtera masyarakatnya,” ungkap Bupati Arief usai mengikuti kirab.
Baca Juga: Tradisi Golok Mentok, Wujud Syukur dan Berbagi Warga Bacin Kudus
Menurutnya ini merupakan bentuk pelestarian budaya lokal Kabupaten Blora yang rutin dilaksanakan setiap tahun.
“Ini sebagai wujud pelestarian budaya leluhur Kabupaten Blora. Keris Kyai Bisma merupakan pusaka peninggalan Bupati Blora terdahulu yang diwariskan turun temurun kepada Bupati selanjutnya,” tambahnya.
Usai dikirab, Keris Kyai Bisma yang dipasangi untaian bunga melati ini kembali disimpan di dalam ruangan rumah Dinas Bupati. ***