Baca Juga: Soto Bebek Bu Heri Wedi Klaten: Kuliner Leluhur Sejak 1987
Wagub mengaku senang dengan BBWS bahwa di atas waduk Tempuran sudah diberi pembatas, sehingga potensi rawan kecelakaan bisa diminimalisir.
“Sekitarnya juga dibangun tempat-tempat wisata, khususnya wisata kuliner, di Kabupaten Blora, di Desa Tempuran. Ini menghidangkan menu potensialnya, ada ikan bakar dan yang menarik ada serabinya,” kata Wagub.
Wagub meminta untuk kuliner kue serabi supaya ditingkatkan. Kalau serabinya hanya pakai parutan kelapa, kata Wagub, nanti bisa ditingkatkan bagi pengelola wisata di desa Tempuran.
“Kalau saya di Cirebon, tempat mertua saya, itu ada serabi telur dan ada yang terbuat dari tempe gembus. Juga mungkin bisa dikembangkan dengan rempah-rempahan. Kemudian kuahnya dibuat dari gula aren dicampur dengan jahe, sehingga rasanya juga akan lebih mantap lagi. Ini mohon saya minta dikembangkan," ujarnya.
Wagub juga menyebut ketika meninjau kebun Jambu Kristal Tempuran dengan dengan naik perahu naga.
“Disana tadi ada buahnya, ada pohon jambu kristal Tempuran, yang disebut JKT, bukan Jakarta. Kalau melihat tanahnya, kayaknya subur sehingga nanti bisa dikembangkan dengan, misalnya, buah anggur, atau di Kabupaten Blora itu ada durian. Atau mungkin farm, peternakan sapi, tadi rumputnya subur. Bisa ditanam rumput gajah, kemudian nanti bisa dikembangkan sapi perahnya,” kata Wagub.
Baca Juga: Getuk Goreng Sokaraja, Oleh-oleh Khas Banyumas. Ini Bahan dan Resep Pembuatannya
Dalam kesempatan itu, Bupati Blora H. Arief Rohman mengucapkan terimakasih atas arahan dan petunjuk dari Wakil Gubernur Jawa Tengah H. Taj Yasin Maimoen yang telah berkenan hadir meninjau lokasi destinasi wisata khusunya di desa Tempuran.
Bupati juga mendorong Pokdarwis, supaya bisa lebih inovatif dan berkembang. ***