pariwisata

7 Wisata Lasem, Tiongkok Kecil yang Menawan  

Jumat, 5 November 2021 | 07:15 WIB
Wisata Lasem (Instagram @tiongkokkecilheritagelasem repost @priyowiddi_9_official)

5. Kelenteng Cu An Kiong

Kelenteng Cu An Kiong (Instagram @ij.soegeng_wibowo)

Kelenteng Cu An Kiong dipercaya sebagai kelenteng tertua di Pulau Jawa. Keindahan arsitektur kelenteng ini sangat memikat.

Dinding-dindingnya penuh dengan lukisan dewa dewi, aroma hio selalu tercium semerbak. Ada papan-papan peribahasa yang dibuat antara tahun 1875-1908.

Klenteng ini diperkirakan dibangun sekitar abad ke-16 oleh orang-orang Tionghoa yang berlabuh di Lasem.

Baca Juga: Dieng Culture Festival Digelar Hybrid, Ganjar: Jaga Protokol Kesehatan Ketat!

Kelenteng Cu An Kiong dibangun menggunakan kayu jati. Tiang penyangga kelenteng bahkan berupa dua buah kayu jati yang sampaisaat ini belum pernah diganti.

Nama Cu An Kiong artinya Istana Ketentraman Welas Asih.  Terdapat dua daun pintu bergambar dua tokoh Tionghoa Lasem mengajarkan batik kepada warga. Kedua tokoh itu Bi Nang Un dan istrinya, Na Li Ni.

Alamat Jl. Dasun No.19, Pereng, Soditan, Lasem, Rembang. Buka setiap hari pukul 09.00 WIB-22.00 WIB. Tanpa biaya tiket.

Baca Juga: Bisa Lihat Apa Saja di Tumurun Private Museum Solo?

6. Museum Batik Tiga Negeri

Museum Batik Tiga Negeri (Instagram @tiongkokkecilheritagelasem)

Batik Tiga Negeri adalah sebutan untuk batik khas Lasem. Disebut Tiga Negeri, karena batik ini memiliki tiga warna yang mewakili di tiga kota.

Ketiga warna itu masing-masing merah (Lasem), biru (Pekalongan), dan sogan atau coklat (Solo). Warna-warna itu dihasilkan dari pewarna alami.

Warna merah dari akar mengkudu, biru dari daun Indigofera, dan sogan dari kayu tegeran. Di Solo, batik tiga negeri dipopulerkan oleh Tjoa Giok Tjiam pada 1910.

Halaman:

Tags

Terkini