TITIKTEMU.CO, Bagi Sarno Ahmad Darsono, durian sudah lebih dari sekedar cinta biasa. Durian sudah dikenalnya sejak kecil sampai berproses tumbuh bersama. Sarno dari kecil sudah sering ke kebun durian dengan ayahnya. Karena lingkungan rumahnya di Kemranjen Banyumas memang banyak pohon durian. Ini membuat Sarno bisa mengetahui durian yang bagus seperti apa. Sampai pada akhirnya Sarno menemukan Durian Bhineka Bawor atau yang sering disebut Durian Bawor.
Durian bawor ini hasil okulasi dari 20 jenis durian varietas lokal dan luar. Mulanya, tahun 1996 Sarno mengokulasi durian montong orange dengan durian lokal seperti kuningmas, sunan, otong, bluwuk, cinimang, oneng, kereng, kumbakarna, dan petruk. Pohon durian tersebut dibagi menjadi pohon primer, sekunder, dan tersier.
Durian montong orange dijadikan pohon primer untuk okulasi ini, dengan cara dilukai beberapa bagiannya. Ada 10 tunas pohon berkualitas baik sebagai pohon sekunder yang nantinya ditempel ke pohon primer. Setelah pohon sekunder mulai melekat ke pohon primer yang memakan waktu sekitar empat bulan, pohon sekunder itu dilukai lagi agar bisa diokulasi dengan tunas pohon tersier. Banyaknya tunas pohon yang diokulasi mengakibatkan pohon primer tumbuh seperti pohon bakau yang akarnya terlihat banyak keluar.
Baca Juga: Tak Hanya Lezat, Ternyata Durian Memiliki Banyak Manfaat Bagi Kesehatan Tubuh
Tahun 2000, pohon hasil okulasi itu menghasilkan 30 sampai 40 buah durian yang berbeda dari buah durian pohon primernya, durian montong orange. Jadilah durian bawor yang sekarang kita semua kenal. Durian yang memiliki kulit tipis, daging lebih tebal, lebih puket, dan berakohol. Ukurannya juga besar, bisa mencapai 12 kilogram bahkan lebih.
Rasa durian bawor manis legit dan pahit. Warna dagingnya ada yang kuning dan orange. Semakin orange kadar alkoholnya semakin banyak rasanya pun semakin pahit, lembek, dan tetap manis. Rasa seperti itu yang sering dicari oleh penikmat durian. Mereka rela datang jauh-jauh untuk menikmati durian bawor.
Baca Juga: Ilmuwan Singapura Mengubah Limbah Kulit Durian Jadi Perban Antibakteri
Saat ini durian bawor bisa kita temui di rumah Sarno langsung, di Desa Alasmalang RT 05/07 Kemranjen Banyumas. Di rumah Sarno yang sekarang juga menjadi pusat informasi dan pemasaran bibit dan buah durian bawor. Jadi, pengunjung tidak hanya bisa membeli buahnya tapi juga bisa membeli bibit durian bawor secara langsung.
Di akhir pekan apalagi musim durian, rumah Sarno selalu ramai pengunjung. Jika kita ke sana bisa langsung menikmati durian bawor di tempat atau bisa juga dibawa pulang. Sudah disediakan box plastik yang memudahkan pengunjung jika ingin membawanya untuk oleh-oleh.
Dimakan langsung lebih seru karena suasana rumah Sarno begitu asri dengan banyak tanaman dan gazebo tempat duduk.