Keren Banget Ini sih, Pameran Topeng Hingga Lukisan Sepanjang Februari Di Magelang

photo author
AB Soleh, TitikTemu.co
- Kamis, 6 Februari 2025 | 15:00 WIB
 20 topeng dalam balutan tema “Batin Manusia” di Studio Mendut, Mungkid (Pemprov Jateng)
20 topeng dalam balutan tema “Batin Manusia” di Studio Mendut, Mungkid (Pemprov Jateng)

TITIKTEMU.CO, Sepanjang Februari ini, Kabupaten Magelang bakal diramaikan dengan pameran seni hasil karya berbagai seniman. Mulai dari topeng hingga lukisan.

Seniman Lima Gunung, Khoirul Mutaqin, memamerkan 20 topeng dalam balutan tema “Batin Manusia” di Studio Mendut, Mungkid. Pameran selama Februari 2025 ini dibuka oleh budayawan Sitras Anjilin dan Sutanto Mendut, sejak Sabtu (1/2) petang.

Khoirul Mutaqin merupakan perajin topeng asal Wonolelo Bandongan Kabupaten Magelang. Ia menjadi salah satu seniman Magelang yang dikenal di kalangan seniman ataupun budayawan, terutama di wilayah Yogyakarta. Ratusan karya topengnya sudah tersebar di berbagai wilayah.

Khoirul sengaja mengambil tema Batin Manusia untuk menceritakan tentang perjalanan manusia pada umumnya, dari rahim hingga ajal tiba.

Baca Juga: 'BUKAN TOPENG MONYET' oleh Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku

“Sekarang ini zaman media sosial ataupun podcast, saya simpulkan melalui topeng. Banyak manusia memendam batin yang menggambarkan karakter perasaan marah antara hati dan pikiran tidak sama,” katanya di sela acara.

Khoirul mengatakan, beberapa topeng yang dibuat bergaya Tutup Ngisor ciptaan Romo Yoso. Seluruh topeng yang dipamerkan dibuat dalam tempo hanya dua bulan.

Ia nekat membuat pameran topeng karena ada dorongan para penari yang banyak menggunakan topeng karyanya.

“Saya tanpa penari, tidak ada artinya. Karena topeng-topeng karya saya ini banyak digunakan oleh mereka,” ujarnya.

Baca Juga: Seperti Apa Tiga Srimpi Yang Warnai Penutupan Pameran Parama Iswari

Hingga saat ini ini, sudah lebih dari 500 topeng yang dihasilkan. Sebagian besar merupakan Topeng Panji, yang memiliki arti sebagai simbol terciptanya alam semesta dan manusia, serta menggambarkan bayi yang baru lahir. Topeng Panji juga melambangkan kewibawaan dan ketenangan.

Namun, topeng yang dipamerkan kali ini, keluar dari topeng panji.Banyak penari yang memesan karya Khoirul, bukan hanya harganya yang terjangkau, namun karena memang kualitasnya bagus.

Baca Juga: Libur Panjang Di Yogya? Mending, Melihat Pameran Besar Seni Kriya Di Sewon

Sutanto Mendut mengatakan, aktivitas Khoirul bersama Komunitas Lima Gunung (KLG), secara tidak langsung berpengaruh pada pola pergaulan dan berjejaring yang dilakukan sebagai seniman topeng. Irul, panggilan akrabnya, yang tinggal di desa kemudian memiliki kesempatan bergaul lintasbatas.

“Ini karena ia banyak bertemu dengan penari-penari dan kolektor dari luar kota serta mancanegara. Pertemuan itu yang memperkaya referensi artistik Irul,” kata Sutanto.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: AB Soleh

Sumber: Pemprov Jateng

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X