Pesan “Ndherek ngangsu kawruh” ramai ditemukan dalam live chat siaran YouTube tutorial kendhangan. Hal tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat untuk lebih mendalami seni karawitan terutama dalam bagian instrumen kendhang. Antusiasme tidak hanya datang dari masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya, terucap pula apresiasi dan semangat dari pegiat budaya Jawa dari seberang benua yakni negara Suriname. Partisipasi dari berbagai kota dan negara ini menjadi bukti nyata bahwa seni kendhangan dan gamelan tidak hanya hidup di tanah Jawa, tetapi juga memancarkan keindahan ke berbagai penjuru dunia.
Artikel Terkait
Bupati Sukoharjo Bangga Punya Pusat Kerajinan Gamelan
UGM Ajak Mahasiswa Asing Mengenal Indonesia Lewat Batik dan Gamelan
Desa Wirun Yang Menjadi Sentra Pembuatan Gamelan , Termasuk Gamelan Untuk Sekaten
Jogja Historical Orchestra, Kerennya Kolaborasi Orkestra , Gamelan Dan Aksi Teatrikal
Gamelan Elektronik Buatan Peneliti UGM Tampil Memukau
Menggema di Ecuador Jazz Festival 2024. Jadi Satu-satunya di Amerika Latin, Gamelan Masuk Kurikulum Mata Kuliah