Numplak Wajik Awali Pembuatan Gunungan Grebeg Besar Idul Adha

photo author
AB Soleh, TitikTemu.co
- Senin, 17 Juni 2024 | 17:00 WIB
Prosesi  prosesi numplak wajik (Keraton Yogya)
Prosesi prosesi numplak wajik (Keraton Yogya)

TITIKTEMU.CO,  Tradisi  Keraton Yogyakarta memperingati  Iduladha 2024. Tradisi ini dimulai dengan  prosesi numplak wajik sebagai rangkaian Hajad Dalem Grebeg Besar di Panti Pareden Kompleks Magangan, Sabtu sore (15/06).

Keraton Yogyakarta menggeluarkan gunungan setiap upacara grebeg yaitu Grebeg Mulud , Grebeg Syawal dan Grebeg Besar. Maka numplak wajik juga dilaksanakan setiap kali gunungan grebeg.

Tradisi numplak wajik merupakan upacara yang menandai dimulainya proses merangkai dan pembuatan gunungan atau simbol sedekah raja kepada rakyat. Pembuatan gunungan grebeg kali ini dipimpin langsung Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan (KHP) Datu Dana Suyasa Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi. Rangkaian Hajad dalem tersebut berupa peletakan wajik di tengah-tengah kerangka gunungan putri, sebelum kemudian dihiasi dengan beragam hasil bumi.

"Ini persiapan grebeg njih, jadi numplak wajik ini masih terus dilakukan 3 hari sebelum grebeg. Setelah ini membuat gunungan, tanggal 18 nanti kita ada grebeg," ujar Gusti Mangkubumi.

Baca Juga: AMAN, Transportasi Hadapi Libur Panjang Hari Raya Idul Adha dan Sekolah

Terdapat tujuh gunungan yang dibuat untuk grebeg. Terdiri dari lima jenis gunungan berbahan baku hasil bumi dan makanan tradisional antara lain gunungan kakung, gunungan putri, gunungan gepak, gunungan darat dan gunungan pawuhan. Gunungan tersebut akan dikeluarkan, diarak, didoakan dan dibagikan kepada warga pada upacara Grebeg Besar Keraton Yogyakarta.

Prosesi numplak wajik diawali dengan merangkai gunungan putri yang ditandai dengan peletakan adonan wajik sebagai landasan gunungan. Tahapan ini memiliki makna kehidupan yang berawal dari rahim seorang ibu.

Adapun wajik adalah sejenis kue dari ketan yang direbus dengan gula merah dan santan kelapa, sedang tiwul adalah makanan dari tumbukan singkong kering. Wajik dan tiwul ini berfungsi sebagai pondasi bagi mustaka atau bagian atas gunungan. Kue ketan yang menjadi bagian atas gunungan tersebut ditancapkan pada sujen atau batang kecil panjang yang terbuat dari bambu.

Sujen-sujen ini kemudian diikatkan pada sebatang kayu yang bagian bawahnya ditancapkan pada wajik tadi. Proses numplak, yakni menuang seluruh adonan wajik dengan cara membalikkan wadahnya inilah yang menjadi inti dari upacara numplak wajik.

Baca Juga: INFO HAJI 2024 : Puncak Haji, untuk Keselamatan, Jemaah Agar Patuhi Waktu Lontar Jumrah

Wajik pada bagian dalam gunungan putri berbeda dengan gunungan yang lain, gunungan ini memiliki satu bakul wajik yang kini disusun berlapis dengan tiwul di dalamnya. Proses persiapan pembuatan gunungan sendiri dilakukan sekitar dua bulan dan pembuatannya dimulai sekitar satu bulan sebelum grebeg.

Prosesi numplak wajik diawali kedatangan rombongan abdi dalem keparak dipimpin GKR Mangkubumi diiringi gejog lesung yang dimainkan abdi dalem. Setelah rombongan duduk, upacara dibuka doa yang dipimpin abdi dalem kanca kaji. Setelah itu, abdi dalem kanca abang mempersiapkan jodhang atau landasan gunungan dari kayu.

Sembari gejog lesung dimainkan kembali, sebakul besar wajik dituangkan pada jodhang berbentuk silinder dengan ketinggian sekitar pinggul orang dewasa. Rangka gunungan putri yang terbuat dari bambu diikat erat pada pasak besi yang terdapat pada jodhang. Mustaka gunungan yang telah dipersiapkan sebelumnya diangkat dan ditancapkan pada wajik.

Baca Juga: Kirab Saparan Budaya Tahunan Warga Gondolayu, Dengan Mengarak Gunungan Kue Apem

Abdi dalem keparak mengoles lulur yang terbuat dari dlingo dan bengle pada jodhang. Sinjang atau kain panjang songer kemudian dililitkan pada rangka gunungan putri oleh GKR Mangkubumi. Lilitan tersebut diikuti lilitan semekan atau kain penutup dada perempuan bangun tulak. "Makna kain, ya itu doa restu lah," ucap Putri sulung Sri Sultan Hamengku Buwono X tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: AB Soleh

Sumber: Pemprov Yogyakarta

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X