TITIKTEMU.CO, Gunungan memang khas Yogyakarta untuk berbagai acara tradisional yang digelar. Baru lalu DIY memecahkan rekor MURI dan rekor dunia atas gunungan oleh-oleh setinggi 11 meter, dari lebih dari 3000 UMKM dan pedagang di kawasan Malioboro. Gunungan oleh-oleh tersebut berisi produk kuliner, craft dan fashion, dan tercatat sebagai yang terbesar serta tertinggi yang pernah ada serta melibatkan UMKM terbanyak.
Gunungan ini buat untuk festival yang digelar memperingati HUT ke-2 Teras Malioboro dari 1 Februari hingga 7 Maret 2024.
Saat ini Teras Malioboro, menjadi ikon baru dan pusat ekonomi kreatif di Yogyakarta. Teras Malioboro telah menjadi rumah bagi para pedagang yang dulu berjualan di sepanjang jalan legendaris Malioboro. Transformasi ini bukan sekadar perubahan fisik. Namun lebih kepada evolusi ruang kreatif yang menyediakan peluang lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi lokal.
Baca Juga: Adu Kreativitas Meramu Pencak Silat Jadi Tontonan Asik Cuma Ada Di Pencak Malioboro Festival #7
Melalui tema yang diusung pada festival tahun ini, yaitu Neng, Ning, Nung, Nang, mengingatkan masyarakat pada empat tahapan filosofis dalam perjalanan hidup manusia Jawa menuju kemenangan dan keberhasilan. Tema ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi semua.
Para tenant di Teras Malioboro juga mulai diarahkan untuk melek teknologi digital. Terutama pada sistem perbankan, metode pembayaran secara mobile. Transformasi digital ini penting, untuk mengejar laju perkembangan teknologi yang semakin maju.
Teras Malioboro sekarang mewadahi 888 tenant yang terdiri dari fashion, craft dan kuliner. Terdapat 267 tenant fashion, 256 kuliner dan 365 tenant craft.
Artikel Terkait
Malioboro Jejak Nyata Keistimewaan, Melihat Sejarah Malioboro Dari Foto
Expo Karya Pemuda di Atrium Plaza Malioboro Untuk Peringati Sumpah Pemuda
Bank BPD DIY Malioboro Run 2023, Lari Melintasi Sumbu Filosofi Yogyakarta
Adu Kreativitas Meramu Pencak Silat Jadi Tontonan Asik Cuma Ada Di Pencak Malioboro Festival #7
Ayo Hati-Hati, Kawasan Malioboro Mulai Bebas Rokok