TITIKTEMU.CO, 42 mahasiswa University of Technology Sydney (UTS) Australia, dari berbagai jurusan seperti Desain, Fakultas Design, Architecture and Building melakukan edutrip ke Yogyakarta tahun lalu, meluncurankan buku "Atlas of Sustainable Design in Yogyakarta".
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno saat menerima buku “Atlas Sustainable Design in Yogyakarta ini mengapresiasi kehadirannya.
"Ini buku yang sangat tepat sekali waktunya dan sangat diperlukan karena kita bicara mengenai pariwisata dan ekonomi kreatif hijau," kata Menparekraf Sandiaga saat
Menparekraf Sandiaga berharap buku ini bisa memperkaya referensi juga menjadi bagian dalam merancang kegiatan edutrip lainnya yang akan mendorong promosi dan peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.
Baca Juga: Pemkot Yogya Terus Menambah Rumah Ibadah Ramah Anak
"Terima kasih kepada Taman Wisata Candi Borobudur, juga Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kota Yogyakarta, serta Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta yang sudah berkolaborasi," kata Sandiaga.
Sementara Sustainability Program Coordinator - University of Technology Sydney Australia, Kestity A Pringgoharjono, mengatakan pemilihan Yogyakarta sebagai tujuan kegiatan berdasarkan "place-based approach" karena kota Yogyakarta dinilai memiliki kelengkapan berbagai hal yang dapat menunjang studi mahasiswa mulai dari sejarah, sosial, budaya, desain, arsitektur, serta kreativitas.
"Mahasiswa kami bagi ke dalam 14 kelompok dan masing-masing kelompok melakukan analisis terhadap satu pelaku UMKM dari sisi sustainability," kata Kestity.
Baca Juga: JogjaVaganza 2024 Tawarkan Pariwisata Kota Yogya Sebagai Wisata Festival
Ia mengatakan, para mahasiswa mendapatkan pengalaman yang sangat berharga. Karena selain mengaplikasikan pembelajaran yang mereka dapat di kampus, para peserta juga berkesempatan berkunjung ke berbagai destinasi mulai dari Candi Borobudur, Candi Prambanan, kawasan Malioboro, menikmati kuliner khas Yogyakarta dan lainnya.
"Kami juga melakukan penanaman 200 pohon berkolaborasi dengan Komunitas Tanam Lestari dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kota Yogyakarta sebagai persembahan kami untuk offset karbon emisi kami," ujar Kestity.
Artikel Terkait
Upacara Adat Mitoni Menjaga Tradisi dan Mengedukasi Calon Ibu Di Yogyakarta
Menghadirkan Pertunjukan Berbeda, Intip Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta Yang Digelar Selama Seminggu
Ramadan Tinggal Hitungan Hari, Pemkot Yogyakarta Gencarkan Pasar Murah Di Kemantren
LUAR BIASA! Kampung Ramadhan Jogokariyan, 20 Tahun Jadi Tujuan Ngabuburit di Yogyakarta
Selama Ramadan, Pemkot Yogyakarta Lakukan Pengawasan Keamanan Pangan Di Pasar Tradional