TITIKTEMU.CO, Ulang tahun ke-35 penobatan Sri Sultan Hamengku Buwono X dan GKR Hemas dalam tahun masehi diperingati dengan Kirab Trunajaya. Yang membuat istimewa, kirab budaya ini diikuti para penari Beksan Trunajaya yang berkuda diiringi bregada prajurit Keraton Yogyakarta dan dimeriahkan 10 Kalurahan Budaya yang ada di DIY.
Sebanyak 43 kuda disiapkan para Abdi Dalem Keraton Yogyakarta untuk kendaraan para penari selama mengikuti kirab.
Kirab budaya menempuh jarak sekitar 2,5 kilometer mulai dari Halaman Kantor DPRD DIY hingga Kompleks Pagelaran Keraton Yogyakarta ini pun mendapatkan antusiasme luar biasa masyarakat. Kirab Trunajaya tersebut mengawali serangkaian agenda istimewa memperingati Tingalan Jumenengan Dalem atau Peringatan Kenaikan Takhta Sri Sultan HB X dan GKR Hemas.
"Para penari Beksan Trunajaya yang ikut kirab tampil dalam pembukaan Pameran Abhimantrana pada Jumat malam (08/03). Beksan Trunajaya ini sudah lama sekali tidak dipentaskan, sekitar 80 tahun lebih tidak keluar. Sekarang Beksan Trunajaya dipentaskan
memperingati Tingalan Jumenengan Dalem Sri Sultan HB X dan GKR Hemas," ungkap Penghageng Kawedanan Kridhamardawa sekaligus Penghageng Kawedanan Kaprajuritan Keraton Yogyakarta, KPH Notonegoro.
Baca Juga: Tradisi Dugderan Menyambut Ramadan Ditengah Hujan , Tetap Khusyu
Kanjeng Notonegoro mengatakan Beksan Trunajaya merupakan sebuah mahakarya seni tari Yasan Dalem (ciptaan) Sri Sultan HB I (1755-1792). Setiap tanggal 7 Maret, Keraton Yogyakarta selalu menampilkan beksan-beksan seperti ini untuk pembukaan pameran sejak 2019. Pada waktu itu, Beksan Trunajaya hanya ditampilkan sepenggal, yaitu Lawung Ageng.
Lalu pada 2020 setelah persiapan dan latihan sebetulnya Beksan Trunajaya akan ditampilkan, namun terjadi pandemi sehingga ditunda. Akhirnya Beksan Trunajaya akan ditampilkan sewaktu Pembukaan Pameran Temporer Abhimantrana setelah melalui persiapan selama 4 tahun.
Project Manager Kirab Trunajaya Mas Jajar Renggowaditro menyebut seluruh rangkaian acara ini adalah satu rangkaian cerita yang bertujuan menambahkan kemeriahan rangkaian acara peringatan Tingalan Jumenengan Dalem Sri Sultan HB X dan GKR Hemas.
Sementara itu, salah satu penonton kirab Katharina mengaku baru pertama kalinya menyaksikan kirab menggunakan kuda di DIY. Menurut warga Yogyakarta ini kirab menunggang kuda sangat keren sekali dan diharapkan bisa diadakan kembali tahun depan serta lebih lama durasinya.
"Saya baru pertama kali melihat kitab budaya dari Keraton yang luar biasa dan kental sekali budayanya. Seru sekali dan menariknya kirab ini ada kuda yang ditunggangi para penari," ujar salah seorang wisatawan asal Madiun, Yasmin Y.
Untuk pameran dapat dikunjungi mulai 9 Maret 2024 hingga 28 Agustus 2024 setiap hari Selasa sampai dengan Minggu pukul 08.30-14.00 WIB di Gedhong Sarangbaya Kompleks Kedhaton Keraton Yogyakarta.
Artikel Terkait
Tradisi Apeman Merata Dilakukan Warga Jogya Jelang Ramadan, Kenapa Ya?
Catat Waktunya , Kirab Trunajaya Digelar Keraton Yogyakarta Kamis (7/3) Sore Memperingati Mangayubagya Tingalan Jumenengan Dalem
Gunungan Oleh Oleh UMKM Malioboro Ciptakan Rekor Tertinggi MURI
Tradisi Dugderan Menyambut Ramadan Ditengah Hujan , Tetap Khusyu