Ranu Darungan, Surganya Anggrek dan 200 Jenis Burung di Tengah Jalur Menuju Puncak Abadi Para Dewa

photo author
Abed Nego Afriadi, TitikTemu.co
- Minggu, 3 Maret 2024 | 21:23 WIB
Ranu Darungan, Surganya Anggrek di Tengah Jalur Menuju Puncak Abadi Para Dewa (Indonesia.go.id)
Ranu Darungan, Surganya Anggrek di Tengah Jalur Menuju Puncak Abadi Para Dewa (Indonesia.go.id)

TITIKTEMU.CO - Ranu Darungan, sebuah surga tersembunyi di kaki Gunung Semeru, menjadi rumah bagi 198 jenis anggrek alam dan habitat dari 200-an jenis burung.

Terletak di kawasan berketinggian 830 mdpl, Ranu Darungan menjadi pusat konservasi anggrek yang menakjubkan.

Gunung Semeru, dengan puncak setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl), adalah bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) seluas 50.276,3 hektare.

Baca Juga: Sinopsis Film Anaconda: The Hunt For Blood Orchid, Pencarian Anggrek Langka Ketemu Anaconda Berbahaya

Puncak tertinggi di Pulau Jawa ini menjadi magnet kuat bagi para naturalis dunia untuk menaklukkannya.

Bapak Kina Indonesia Franz Wilhelm Junghuhn dan Thomas Stamford Raffles pernah mencoba menaklukkan Mahameru yang menurut kitab Tantu Pagelaran merupakan puncak jelmaan para dewa.

Perjalanan menuju Semeru sempat dikisahkan kembali oleh Raffles dalam bukunya The History of Java. GF Clignett menuntaskannya sebagai orang pertama yang menaklukkan Semeru pada 18 Oktober 1838, atau dua tahun setelah erupsi.

Baca Juga: Bikin Nyesek! Ini 5 Kisah Mengharukan Erupsi Gunung Semeru

Seperti umumnya dataran tinggi di Indonesia, vegetasi alam Semeru diwarnai aneka tumbuhan tinggi berdaun serupa jarum seperti pinus, akasia, cemara, dan jamuju.

Beragam perdu ikut tumbuh seperti alang-alang, harendong, dan edelweis yang merupakan tanaman khas pegunungan. Begitu pula fauna seperti macan kumbang, luwak, kijang, kancil, owa jawa, serta aneka burung.

Terdapat pula empat danau kecil atau ranu melengkapi keindahan Semeru. Keempatnya adalah Ranu Pani, Ranu Regulo, Ranu Kumbolo, dan Ranu Linggo Rekisi.

Keempat ranu memiliki keunikannya masing-masing, namun Ranu Linggo Rekisi memiliki keistimewaan yang tak dimiliki oleh lainnya.

Baca Juga: Korban Meninggal Erupsi Gunung Semeru 46 Orang, 9 Warga Masih Dicari

Ranu ini dikelilingi oleh tebing hijau dan hutan lebat yang menjadi rumah bagi aneka satwa liar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ganug Nugroho Adi

Sumber: Indonesia.go id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X