Persita sebenarnya kembali menjebol jala Mutiara Hitam pada menit ke-20, Ahmad Nur Hadianto sukses memanfaatkan bola muntah hasil tendangan Irsyad Maulana. Namun, hakim garis menganggap Ahmad berada dalam posisi offside. Padahal dari tayangan ulang, sang striker belum berada dalam posisi offside.
Persita baru bisa kembali unggul pada menit ke-23, lewat aksi Irsyad Maulana. Eks pemain Semen Padang itu menyambar bola hasil umpan Aldi Al Achya ke gawang yang kosong ditinggal kiper Gery lantaran ingin menghalau gerakan Ahmad Nur Hardianto. Persita unggul 2-1 hingga babak pertama usai.
Baca Juga: Polda Jateng Siap Amankan Jalannya Liga 1 Dan Liga 2 Dengan Prokes Ketat
Setelah itu, Persipura dan Persita saling jual beli serangan. Pertandingan yang berjalan terbuka ini menjadi suguhan yang menarik bagi para pecinta sepak bola tanah air.
Pada babak kedua, Persipura berjuang sekuat tenaga untuk memangkas ketertinggalan. Yevhen dan Ricky Kayame saling bergantian menebar ancaman ke gawang Tri Hamdani.
Yevhen sempat mencetak gol pada menit ke-54. Namun, wasit meniup peluit menganulir gol Yevhen dianggap mengganggu kipper. Pelatih Persipura Jacksen F Tiago mencoba menambahkan kecepatan menyerang dengan memasukkan Ferinando Pahabol, Juscak Isir, dan Brian Fatari pada pertengahan babak kedua.
Namun tetap belum ada peluang besar lagi dari kedua kubu memasuki 10 menit akhir pertandingan.
Persita lebih banyak bertahan di area permainan sendiri. Pendekar Cisadane mengandalkan serangan balik sebagai senjata untuk mengancam Persipura. Hingga akhir pertandingan, skor tetap 1-2 untuk keunggulan tim asal Tangerang.***