English Premier League tahun ini: Lebih mengalir, lebih kasar

photo author
Indria Purnama Hadi, TitikTemu.co
- Jumat, 27 Agustus 2021 | 06:00 WIB
Jurgen Klopp, pelatih Liverpool (Pic. matchcenter.liverpoolfc.com)
Jurgen Klopp, pelatih Liverpool (Pic. matchcenter.liverpoolfc.com)

Premier League akan "mundur 10-15 tahun" kalau permainan semacam itu dibiarkan, kata Klopp

 Keesokan harinya giliran boss Manchester United Ole Gunnar Solskjaer yang mengeluhkan permainan kasar Southampton. Kalau caranya begini, akan banyak pemain yang cedera, kata Ole 

 Ada satu insiden yang banyak disorot dalam pertandingan itu.

 Bek Southampton Jack Stephens merebut bola dengan mengganjal keras Bruno Fernandes

 Wasit Carig Pawson membiarkan saja dan dari situ Southampton mencetak gol lewat bunuh diri Fred.

 “Sama sekali bukan pelanggaran”, kata Shearer di televisi BBC. 

 Dia senang wasit membiarkan tackle semacam itu dibiarkan. 

 Permainan keras,dan cenderung kasar, sudah lama menjadi bagian dari taktik permainan sepakbola inggris.

 Khususnya bila sebuah tim merasa kalah trampi melawan tim elit. 

 Fisik dulu, baru teknik

Klub-klub papan atas pun maklum bahwa mereka harus meladeni permainan keras dulu, sebelum bisa menunjukkan keunggulan skill mereka.

"You have to earn the right to play football," begitu ucapan yang sering terdengar di Premier League

 Artinya kira-kira, sebelum kita bisa main bola, kita harus berjuang. Pada menit-menit awal, tim yang secara teknis inferior akan mengintimidasi lawannya untuk menguji apakah mereka mau adu fisik.

 Tanpa keberanian itu, keunggulan teknis tak akan berguna. Baru sesudah pertarungan awal reda, tim elit bisa menunjukkan superioritas teknis mereka

 Para pemain legendaris Premier League semacam Shearer, Steven Gerrard, Roy Keane, dan Patrick Vieira dikagumi karena skill mereka, dan keberanian mereka meladeni permainan kasar lawan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Tags

Rekomendasi

Terkini

X