TITIKTEMU.CO - Belum lama ini mantan pelatih Arsenal, Arsene Wenger mencetuskan ide untuk membuat Piala Dunia diselenggarakan setiap 2 tahun sekali.
Gagasan tersebut diungkapkan Wenger agar setiap pemain memiliki peluang lebih besar untuk menjadi juara dunia. Menariknya FIFA menyambut positif ide Wenger tersebut.
FIFA telah membicarakan hal ini kepada 6 konfederasi untuk mengetahui respon terhadap perubahan waktu penyelenggaraan Piala Dunia. Sayangnya ide tersebut mendapat penolakan dari berbagai pihak terutama dari para pemain dan klub-klub top Eropa.
Gagasan membuat Piala Dunia menjadi 2 tahun sekali dianggap sebagai ide gila yang tidak masuk akal. Jarak 2 tahun dianggap terlalu mepet dan dapat menghilangkan sisi eksklusivitas dari Piala Dunia itu sendiri.
Berbicara mengenai sisi eksklusivitas Mengapa FIFA memilih jarak 4 tahun untuk menyelenggarakan Piala Dunia.
Barangkali banyak yang menganggap bahwa Piala Dunia hanya berlangsung selama 1 bulan saja. Anggapan tersebut sebenarnya tidak salah namun kurang tepat.
Piala Dunia sebenarnya dimulai sejak fase kualifikasi yang diikuti ratusan negara anggota FIFA hingga akhirnya terpilihlah 32 negara terbaik untuk bermain pada putaran final. Seperti yang kita ketahui, saat ini FIFA memiliki 211 anggota yang terbagi ke dalam 6 konfederasi.
Dari jumlah sebanyak itu FIFA harus mendapatkan 32 negara untuk bermain pada putaran final Piala Dunia. Untuk itulah diperlukan fase kualifikasi untuk menyaring negara-negara yang layak berada di putaran final.
Oleh karena itu proses mencari 32 tim terbaik tersebut memerlukan waktu yang sangat Panjang. Biasanya fase kualifikasi Piala Dunia memakan waktu 2 hingga 3 tahun.
Sehingga tidak mengherankan apabila FIFA memilih waktu 4 tahun sekali untuk menyelenggarakan Piala Dunia.
Alasan lainnya adalah terkait persiapan tuan rumah, FIFA biasanya mengumumkan tuan rumah Piala Dunia sejak 8 hingga 10 tahun sebelum Piala Dunia itu diselenggarakan.
Artikel Terkait
Kroasia Dua Kali Singkirkan Lawan Melalui Adu Penalti. Ternyata Ini Rahasianya!
Empat Laga Terakhir Piala Dunia 2022 Menggunakan Bola Baru Al Hilm. Akankah Lahir Juara Dunia Baru di Qatar ?
Jelang Prancis Vs Maroko: Karim Benzema Semangati Koleganya. 'Ayo semua. Hampir sampai tujuan'
Semifinal Piala Dunia 2022, Modric: 'Messi Memang Bintang, Tapi Kami Tidak Bermain untuk Satu Pemain'
Semifinal Kroasia Vs Argentina, Lionel Messi dkk Harus Paksakan Pertandingan Tanpa Adu Penalti
Kapten Timnas Prancis Hugo Lloris berpeluang mengangkat tropi juara dunia dua kali beruntun. Begini faktanya
Kroasia Vs Argentina, Zlatko Dalic: Beban ada di mereka, tapi saya optimis Kroasia bisa mengatasinya
Jelang Semifinal Piala Dunia 2022 Argentina Vs Kroasia: Sekarang atau Tidak Sama Sekali Bagi Lionel Messi
Jelang Semifinal Piala Dunia 2022: Timnas Kroasia: Siapa Butuh Gol, Jika Anda Bisa Menang Adu penalti?