TITIKTEMU.CO, AUSTRALIA - Ash Barty menjadi petenis lokal pertama dalam 44 tahun yang memenangkan Australia Terbuka, mengalahkan Danielle Collins 6-3 7-6 (7-2) di final pada Sabtu.
Petenis berusia 25 tahun itu menghadapi tekanan dan ekspektasi di Melbourne untuk memenangkan gelar grand slam ketiganya.
Craig Tyzzer, pelatih Barty mengatakan masih banyak yang bisa dikembangkan dalam kemampuan Barty, yang bangkit dari ketinggalan 5-1 di set kedua melawan Collins.
Baca Juga: Mantan Pelatih Chelsea Frank Lampard Ditawari Menjadi Manajer Everton Setelah Penolakan Wayne Rooney
Ash Barty menjalani pertandingan yang menegangkan di final Australia Terbuka 2022, sebelum dia membalikkan keadaan di set kedua untuk mengakhiri pertandingan dengan kemenangan.
Barty menjadi juara tunggal Australia Terbuka lokal pertama dalam 44 tahun dengan mengalahkan Danielle Collins 6-3 7-6 (7-2) pada hari Sabtu.
Skor seperti itu tampak tidak mungkin ketika Barty tertinggal 5-1 di set kedua di depan penonton Rod Laver Arena.
Baca Juga: 5 Shio yang Akan Kaya Raya di Tahun di Tahun 2022, Rezeki Terus Mengalir
Namun Barty tetap tenang. Dia membalikkannya, mengendarai gelombang momentum untuk memastikan kemenangan dalam dua set langsung.
Dari keunggulan 5-1 Collins, Barty membuat 13 winner dan hanya empat unforced error. Tapi yang benar-benar mengecewakan petenis Amerika itu yaitu hanya melakukan tiga dari 12 servis pertama dalam dua game yang dipatahkannya.
Barty adalah pemain wanita aktif kedua yang memenangkan grand slam di ketiga grand slam yang berbeda jenis lapangan, bergabung dengan Serena Williams.
Baca Juga: Bacalah Dzikir Subhanallah Wa Bihamdihi Subahanallahil Adzim, Maka Segala Kebaikan Mendatangimu
Satu lapangan yang belum dimenangkan ada Amerika Serikat Terbuka. Namun pelatih Barty mengatakan perlu polesan yang cukup signifikan bagi Barty untuk bisa memenangkan AS Terbuka, karena bergantung pada sesuatu di luar kendalinya – mengubah bola.
"AS Terbuka benar-benar perlu mengubah bola untuk wanita, faktanya mereka masih menggunakan bola yang berbeda untuk anak pria dan wanita. Ini bola yang tidak cocok untuk seseorang seperti Ash," kata Tyzzer.
Artikel Terkait
Rafael Nadal Tak Terlalu Peduli Rekor Pemegang Grand Slam Terbanyak Jika Menjadi Juara Australia Terbuka 2022
Rafael Nadal ke Final Australia Terbuka, Selangkah Lagi Pecahkan Rekor Pemenang Gelar Grand Slam Terbanyak
Daniil Medvedev ke Final Australia Terbuka Dua Kali Berturut-turut untuk Bertemu Rafael Nadal