PON XX Papua, 7 Oktober 2021, Jawa Barat Gusur DKI, Papua Menyodok ke Urutan Kedua

photo author
Andi Baskoro Wirawan, TitikTemu.co
- Kamis, 7 Oktober 2021 | 10:50 WIB
Taekwondoin Jabar beraksi di kelas Poomsae PON XX Papua (Pic. infopublik.id)
Taekwondoin Jabar beraksi di kelas Poomsae PON XX Papua (Pic. infopublik.id)

Papua menduduki urutan kedua, dengan torehan 48 emas, 21 perak, dan 43 perunggu. Dalam laga Rabu (6/10/2021), Papua memborong 10 emas dari cabang bermotor, biliar, layar, menembak, dan terbang layang.

Atlet-atlet Bumi Cenderawasih menguasai trek bermotor dengan menyabet tiga emas dari empat yang diperebutkan.

Baca Juga: Horeee! Bus Tingkat Werkudara dan Kereta Uap Jaladara Jalan Lagi, Gaes...

DKI yang berkekuatan 735 atlet harus puas bergeser ke urutan ketiga klasemen sementara pada Kamis (7/10/2021) pukul 07.00 WIT dengan mengantongi total 133 medali dengan 46 emas, 40 perak, dan 47 perunggu.

Sepanjang laga Rabu (6/10/2021) juara 11 kali PON tersebut hanya menambah 5 emas dari cabang olahraga menembak, selam kolam, dan terbang layang. DKI mendominasi cabang selam kolam dengan torehan tiga dari 10 emas yang disiapkan.

Posisi DKI di urutan ketiga pun saat ini sudah diintai oleh Jawa Timur yang saat ini ada di posisi keempat dengan perolehan 42 emas, 35 perak dan 35 perunggu.

Baca Juga: Remaja 17 Tahun Asal Bekasi Satrio Adi Nugroho Memecahkan Rekor Dunia Angkat Besi Di Jeddah

Eko Yuli Wirawan Tetap Perkasa

Pasukan Jatim dalam laga Rabu (6/10/2021) berjaya menyabet 10 medali emas dari angkat besi, gantole, layar, panahan, renang perairan, selam kolam, dan terbang layang.

Juara dua kali PON ini bahkan sukses memperbaiki dua rekor PON di cabang selam kolam nomor Permukaan 50 Meter putra dan putri.

Perebut perak angkat besi Olimpiade 2020 Tokyo, Eko Yuli Irawan sukses menunjukan kekuatannya dengan total angkatan 312 kilogram pada kelas 67 kg untuk menyabet medali emas untuk Jatim.

Baca Juga: Covid-19 Masih Ada, Ini yang Terjadi Jika Kita Tidak Pakai Masker

Berlaga di Auditorium Universitas Cendrawasih, Kabupaten Jayapura, lifter kelahiran Metro, Lampung itu sukses menundukkan rival-rivalnya, termasuk sesama lifter Olimpiade.

Ia mengalahkan sahabat-sahabatnya sesama lifter Olimpiade, Triyatno (Kalimantan Timur) dan Deni (Bengkulu).

"Saya bersyukur dipertemukan di kelas baru ini dengan sesama lifter Olimpiade. Kami hanya bersaing di atas panggung, tapi di luar itu kami bersaudara," kata Eko.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: infopublik.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X