TITIKTEMU.CO, SEMARANG - PSSI Semarang harus mengalahkan Bhayagkara FC di perempat final untuk lolos ke semi final Piala Presiden 2022. Laga akan diselenggarakan di Stadion Jatidri Semarang, Jawa Tengah pada Minggu (3/72022).
PSIS berstatus sebagai juara grup A dan memunyai rekor yang sangat apik, yakni mampu mencetak 15 gol dari 4 laga di fase grup.
Sementara Bhayangkara FC justru tidak terlalu impresif. Terutama di lini depan. Di mana The Guardian hanya mencetak tiga gol dari empat laga di Grup C.
Baca Juga: Link Cerita Horor Di Ambang Kematian, Kisah Ayah yang Menjadikan Keluarganya Tumbal Pesugihan
Bhayangkara FC harus puas dengan mengoleksi empat poin dari tiga pertandingan, satu kali menang, satu kali imbang, dan satu kali kalah.
Pertahanan Bhayangkara FC cukup bisa diandalkan. Mereka hanya kebobolan tiga kali dari tiga laga. Berbanding terbalik dengan PSIS Semarang yang sudah kebobolan enam kali dari empat laga Piala Presiden 2022.
Akan tetapi Bhayangkara FC lebih unggul dalam rekor pertemuan. Dari lima pertandingan, Bhayangkara FC selalu mendapat hasil positif dari PSIS. Bhayangkara FC tidak pernah kalah dari PSIS.
Baca Juga: Terjadi Keributan di Glow Karaoke, Babarsari Sleman. Yang Ngekos Terpaksa Mengungsi
Dalam 5 pertemuan itu, The Guardian menang dua kali, sementara PSIS hanya mampu menahan imbang sebanyak tiga kali.
Empat pemain belakang Bayangkara FC bak tembok besar yang akan sulit ditembus para pemain menyerang PSIS Semarang. Termasuk duo pemain asing, Carlos Fortes dan Taisei Marukawa.
Barisan pertahanan Bhayangkara cukup mumpuni. Ada kiper muda sarat pengalaman dalam diri Awan Setho Raharjo. Dua bek tengah senior Anderson Salles dan Indra Kahfi Ardhiyasa.
Baca Juga: Cespleng! Resep Herbal Atasi Tekanan darah Tinggi Menurut dr Zaidul Akbar
Ada pula pemain-pemain yang pernah merasakan Timnas Indonesia. Sebut saja I Putu Gede Juni Antara di posisi bek kanan dan Ruben Sanadi di kiri.
Namun Bhayangkara FC tetap wajib mewaspadai pemain PSIS Semarang lainnya sebab terbukti mampu mencetak gol yang tak terduga. Lima belas gol yang dicetak para pemain PSIS dalam empat pertandingan di penyisihan grup menjadi bukti tak terbantahkan.