Artinya itu capaian tiga Ketum PSSI (1991-2009) atau enam Ketum PSSI (1991-2019).
Baca Juga: USM Semarang Tawarkan Program Beasiswa bagi Lulusan SMA/SMK Berprestasi. Kuy Daftar!
Iwan Bule melakukan banyak terobosan penting.
Untuk mengantisipasi masalah suap, pengaturan skor dan kejahatan lain dalam sepakbola nasional yang selama puluhan tahun dikeluhkan, Iwan Bule membuat MoU dengan MABES POLRI pada 22 Juli 2021. Tujuannya: agar pencegahan dan penegakan hukumnya lebih efektif, cepat, tepat dan tuntas.
Untuk mengantisipasi persoalan klise: tempat Training Center, lapangan latihan, Camp Latihan, dsb, terkait kepentingan timnas, pada 18 Agustus 2021 Iwan Bule membuat MoU dengan 7 Perguruan Tinggi di Indonesia.
Baca Juga: Simak Ketentuan Barang Bawaan Jamaah Haji Ini, Agar Koper Tidak Dibongkar Petugas di Bandara
Tujuannya dua sekaligus. Pertama: Timnas kapan saja bisa memanfaatkan lapangan dan berbagai fasilitas pendukung lainnya di 7 kampus besar tersebut.
Kedua: PSSI mendapat dukungan potensial terkait pemanfaatan Sport Science melalu para pakar di 7 kampus tersebut.
Untuk lebih menggairahkan peningkatan kualitas kompetisi Liga 1, Liga 2, Liga 3 yang lebih futuristik, Iwan Bule sukses menggaet kekuatan kelompok milenial. Sehingga kekuatan anak-anak muda milenial terlibat aktif. Bahkan menjadi pemilik klub.
Baca Juga: Piala Presiden 2022 : Digelar di Empat Kota, Berikut Jadwal Lengkap dari Fase Grup hingga Final
Iwan Bule membangun sinergitas yang solid, konstruktif dan produktif dengan kekuatan negara. Terutama dengan Menpora Zainudin Amali.
Itu semua menjadi fondasi yang sangat penting untuk memacu percepatan peningkatan kemajuan sepakbola nasional.
Sebagai pecinta sepakbola, Iwan Bule memang sudah membulatkan tekad mendedikasikan pengabdiannya untuk kemajuan persepakbolaan di tanah air. Dedikasi seperti itu tidak mungkin dilakukan oleh figur yang tidak mencintai sepakbola.
Iwan Bule sangat paham A-Z sepakbola Indonesia. Bahkan dunia.