Dia pertama kali melihat panjat tebing di alun-alun Batang saat ada Praporprov (prapekan olahraga provinsi).
"Akhirnya mulai latihan 2009. Saya dan teman-teman (serta kakak) ikut latihan. Yang lolos dua orang, saya dan kakak," ungkapnya.
Setelah itu, dia mendapatkan kesempatan keliling Indonesia untuk mengikuti beberapa kejuaraan, baik nasional maupun daerah. Prestasi Kiromal Katibin Prestasi Kiki bukan kaleng-kaleng.
Baca Juga: Kesepakatan Penjualan Chelsea Tercapai dengan Grup Kepemilikan asal Amerika Serikat
Dia sukses mengharumkan nama bangsa di level internasional. Berikut beberapa prestasinya di tahun 2021 meraih medali perak saat IFSC Climbing World Cup Salt Lake City (USA). Tahun 2019 mendapat medali perak saat Asian Championship di Bogor.
Tahun 2019 dia juga mengalungi medali perak saat Asian Championship untuk nomor speed relay dan PRA-PON X. Kiki juga menggondol medali emas doi Kejurnas XVII Panjat Tebing 2018 di Solo.
Pada Rabu malam (3/5/22), Federasi Panjat Tebing Indonesia me.mberangkatkan sebanyak 12 atlet senior panjat tebing Indonesia dan dua official team yang tergabung dalam Tim Pelatnas FPTI ke Seoul untuk mengikuti World Cup International Federation Sport Climbing (IFSC) 2022.
Semua atlet tersebut merupakan atlet disiplin speed.
Keberangkatan mereka ke Seoul adalah bagian dari try out Pelatnas yang sudah dilaksanakan sejak awal tahun ini di Bekasi.
Tim Pelatnas FPTI diharapkan bisa membuktikan kepada khalayak panjat tebing nasional dan Indonesia bahwa prestasi puncak memang milik negeri ini.
Dan itu sudah dibuktikan dengan prestasi yang diraih Kiromal Katibin.***
Ikuti beragam berita terbaru, olahraga, lowongan pekerjaan dan informasi bermanfaat lainnya di TitikTemu.co