TITIKTEMU.CO KORSEL - Kiromal Katibin berhasil meraih catatan tercepat di sesi kedua kualifikasi World Cup International Sport Climbing (IFSC) 2022 di Seoul, Korea Selatan dengan catatan waktu 5.17 detik.
Satu lagi prestasi di lomba panjat tebing di dunia, berhasil ditorehkan atlet Indonesia. Kiromal Katibin, di nomor speed berhasil memecahkan rekor baru dunia.
Kiromal Katibin berhasil meraih catatan tercepat di sesi kedua kualifikasi World Cup International Sport Climbing (IFSC) 2022 di Seoul dengan catatan waktu 5.17 detik.
Baca Juga: Begini Cara Mencegah Penularan Hepatitis Akut pada Anak. Salah Satunya dengan Mengonsumsi Makanan Matang
Rekor ini sekaligus melewati rekor sebelumnya yang diraih oleh atlit asal Indonesia juga, Leornard Veddriq di WC IFSC tahun lalu di Salt Lake City, Utah, Amerika Serikat. Demikian terungkap dari instagram FPTI (Federasi panjat Tebing Indonesia).
Keberhasilan Kiromal itu juga diunggah Denny Siregar di akun twitter-nya.
Ditulis @dennysiregar7: Juara 1 sampe 3 juara dunia, nyanyi Indonesia Raya semua.. Panjat tebing kita memang keren. Salut mbak @yennywahid, bang @herriebima. Gitu dongggg prestasinya dunia.
Baca Juga: Puasa Syawal Pahalanya Setahun Penuh. Simak Bacaan Niat dan Tata Caranya
Atlet-atlet Indonesia memang memenuhi podium pada Piala Dunia Panjat Tebing atau Climbing World Cup IFSC 2022 di Seoul, Korea Selatan. Sebanyak empat atlet Indonesia masuk dalam lima besar hasil akhir kategori men's speed.
Mereka adalah Veddriq Leonardo, Kiromal Katibin, Rahmad Adi Mulyono, dan Zaenal Aripin. Pada partai final, Veddriq Leonardo, Kiromal Katibin, dan Rahmad Adi Mulyono berurutan berdiri di podium.
Indonesia menyapu bersih podium salah satu seri Piala Dunia Panjat Tebing 2022 yang diselenggarakan di Jungnang Sport Climbing Stadium, Seoul. Veddriq Leonardo memastikan podium teratas nomor speed putra setelah finis dengan waktu 6,96 detik.
Baca Juga: Elon Musk Bakal Kenakan Tarif untuk Pengguna Twitter. Akun apa saja? Ini Rinciannya
Ia juga cukup diuntungkan karena Kiromal Katibin, mencuri start dalam laga final perebutan medali emas, demikian catatan IFSC.
Sementara itu bagi Katibin, meski final kali ini berakhir antiklimaks dan mengecewakan, dia bisa bernapas lega berkat rekor dunia yang dia diciptakan pada babak kualifikasi.
Dengan catatan waktu 5,17 detik, 0,03 detik lebih cepat dari rekor sebelumnya milik Veddriq yang dibukukan di Piala Dunia 2021 di Salt Lake City, Utah, AS. Kiromal Katibin salah satu atlet asal Batang, Jawa Tengah. Dia mendalami dunia panjat tebing sejak usianya masih belia, yaitu tujuh tahun. "Pertama kali mengenal panjat tebing pada 2007," kata Kiki, sapaan akrabnya, dikutip dari laman resmi FPTI.