TITIKTEMU.CO, INGGRIS - Diogo Jota membawa Liverpool ke final Piala EFL. Dua golnya mengamankan kemenangan 2-0 atas Arsenal, di leg kedua semifinal di Emirates Stadium.
Secara keseluruhan, Liverpool unggul aggregat 2-0 terhadap Arsenal.
Liverpool akan menghadapi Chelsea di Wembley dalam final Piala EFL ke-13 mereka. Ini akan menjadi penampilan pertama mereka di pertandingan tersebut sejak 2016.
Jota mencetak gol pembuka pada menit ke-19, setelah awal bagus Arsenal di mana tendangan Alexandre Lacazette membentur mistar gawang.
Baca Juga: Menjaga Habitat Alami Komodo di Pulau Rinca NTT: Benar Bakal Dibangun Taman Jurassic?
Arsenal nyaris memimpin ketika tendangan bebas Lacazette ditepis ke mistar gawang oleh Caoimhin Kelleher selama seperempat jam pertama yang mengesankan bagi tuan rumah.
Arsenal mengendalikan penguasaan bola di fase akhir pertandingan, ketika Jota menambah gol pada menit ke-77, meski sempat dicek oleh VAR, namun lolos, posisinya dianggap onside saat ia menerima umpan sempurna Trent Alexander-Arnold.
Jota kini mencetak lima gol dalam empat pertandingan terakhirnya melawan Arsenal di semua kompetisi – empat di antaranya terjadi di Emirates sebagai pemain Liverpool, menjadikannya pencetak gol terbanyak klub di markas Arsenal itu.
Baca Juga: Penamaan Ibu Kota Negara Baru, Sejarawan UGM: Nama “Nusantara” Lebih Merujuk pada Wilayah Luar Jawa
Thomas Partey yang tetap diturunkan meski baru kembali dari tugas Piala Afrika bersama Ghana pada hari Kamis dan mendapat dua kartu kuning dalam tiga menit di akhir pertandingan, untuk menutup hari yang mengecewakan bagi The Gunners.
Arsenal sempat bermain bagus di awal babak pertama, tetapi Liverpool terlalu solid. Tim asuhan Mikel Arteta gagal mengalahkan tim Jurgen Klopp dalam pertemuan kelima tim secara beruntun di semua kompetisi.
The Gunners hanya memenangkan satu dari 18 pertandingan terakhir mereka melawan The Reds, dan ini merupakan kekalahan kandang pertama mereka di Piala EFL dari tim Merseyside.
Baca Juga: UGM Mau Cari Rektor Baru, Berminat? Simak Tahapan Seleksinya
Liverpool selanjutnya bertemu Chelsea di final, di mana Liverpool akan berharap menjadi tim pertama yang memenangkan kompetisi sembilan kali.