Sebelum menangani Brasil, ia telah meraih lima gelar Liga Champions serta sukses menjuarai liga di lima negara berbeda.
Piala Dunia 2026 sendiri menjadi turnamen internasional pertama dalam karier kepelatihannya sekaligus menjadikannya pelatih asing pertama yang membawa Brasil tampil di Piala Dunia.
Baca Juga: Presiden Federasi Sepak Bola Arab Saudi Mundur usai Timnas Gagal Lolos Fase Grup Piala Dunia 2026
Perubahan Taktik Jadi Titik Balik
Meski hanya melakukan satu pergantian pemain saat jeda karena Lucas Paqueta mengalami cedera dan digantikan Endrick, Ancelotti melakukan perubahan besar dari sisi strategi.
Pada babak pertama, Brasil lebih banyak mencoba membongkar pertahanan Jepang melalui kombinasi umpan pendek.
Namun memasuki babak kedua, Selecao bermain lebih langsung dengan mengirim bola ke area kotak penalti melalui umpan silang.
Perubahan tersebut terbukti efektif.
Brasil yang hanya melepaskan 12 umpan silang di babak pertama meningkatkan intensitas menjadi 28 umpan silang sepanjang babak kedua.
Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil ketika Casemiro mencetak gol penyama kedudukan melalui situasi bola silang.
Momentum itu mengubah jalannya pertandingan hingga akhirnya Gabriel Martinelli memastikan kemenangan Brasil lewat gol dramatis pada masa injury time.
Pengamat Puji Keputusan Ancelotti
Pengamat sepak bola Amerika Selatan, Tim Vickery, menilai kelebihan terbesar Carlo Ancelotti justru terletak pada ketenangannya saat menghadapi situasi sulit.
Menurutnya, pelatih berusia 67 tahun itu tidak panik dan mampu menjaga kepercayaan diri seluruh pemain meski tertinggal.