Menurut Martin, ia masih melihat dirinya sebagai bagian dari lima pembalap referensi MotoGP, sejajar dengan Marc Marquez, Fabio Quartararo, Francesco Bagnaia, dan Pedro Acosta.
Bukan soal ego, katanya, melainkan soal posisi dan konsistensi di level tertinggi.
Jika Bertahan di Ducati, Sejarah Bisa Berbeda
Fakta menarik terungkap: pada Juni 2024, Ducati sempat menawarkan Martin bertahan di Pramac dengan spesifikasi motor setara Marc Marquez.
Tawaran itu ditolak, dan Martin memilih Aprilia.
Apakah musimnya akan berbeda jika tetap menunggang Desmosedici GP?
Martin mengakui itu tak lebih dari spekulasi.
Namun, melihat performa motor Ducati dan hasil pembalap lain, ia yakin dirinya punya peluang bertarung di papan atas.
Menghadapi Marquez: Tantangan Terberat
Martin tak ragu menyebut Marc Marquez sebagai lawan paling berat—baik di lintasan maupun di luar sirkuit.
Bagi Martin, Marquez adalah pembalap yang siap mengambil risiko apa pun demi kemenangan.
Namun, justru itu yang membuatnya termotivasi. Ia percaya, melawan Marc versi terbaik hanya akan membuat dirinya berkembang.
Nomor #1 yang sempat ia tanggalkan pun diyakini akan kembali ke motornya suatu hari nanti.
“Cepat atau lambat, saya akan memakainya lagi,” ujarnya penuh keyakinan.***