Qatar Jadi Titik Terberat
Julukan Martinator sempat kembali ke lintasan di MotoGP Qatar, tetapi comeback itu berumur pendek.
Sebuah insiden dengan pembalap lain membuatnya mengalami cedera paling parah musim ini, sekaligus yang paling menghancurkan peluangnya mempertahankan gelar.
Cedera tersebut memaksanya menepi selama tujuh Grand Prix, hingga akhirnya kembali pada akhir Juli di MotoGP Republik Ceko, saat separuh musim sudah lewat.
Baca Juga: Rekor Cristiano Ronaldo Bergeser dalam 24 Jam, Haaland dan Mbappe Cetak Sejarah Baru
Kecelakaan Lagi, Dampak Lebih Luas
Belum sempat menemukan ritme, nasib sial kembali menghampiri.
Di Sprint Race Jepang, Martin terjatuh di awal lomba.
Insiden itu bukan hanya menghentikan balapannya, tetapi juga membuat rekan setimnya Marco Bezzecchi cedera dan harus absen sepanjang tur Asia.
Valencia Jadi Penutup, Fokus ke Masa Depan
Martin akhirnya muncul di seri terakhir musim di Valencia.
Namun, bukan untuk mengejar hasil, melainkan mengakhiri musim lebih awal demi menjaga kondisi tubuh.
Keputusan itu diambil agar ia bisa fokus pada tes pramusim 2026, yang berlangsung hanya 48 jam setelah balapan penutup.
Ego Tak Terganggu, Status Tetap Referensi
Dalam wawancara di Misano, jelang MotoGP Jepang, Martin berbicara jujur soal bagaimana cedera mengubah sorotan media terhadap dirinya.
Menariknya, ia mengaku tidak merasa tergeser.