TITIKTEMU.CO - November 2024 menjadi momen tertinggi dalam karier Jorge Martin. Ia berdiri di puncak MotoGP sebagai juara dunia.
Namun, euforia itu tak bertahan lama.
Musim berikutnya justru berubah menjadi perjalanan berat yang terasa seperti mimpi buruk: empat cedera serius, serangkaian operasi, dan terlalu banyak balapan yang harus ia tonton dari pinggir lintasan.
Alih-alih mempertahankan gelar dengan gagah, Martin harus berdamai dengan kenyataan pahit—musimnya lebih banyak dihabiskan untuk pemulihan ketimbang bertarung.
Baca Juga: Ketika Uang Tunai Ditolak: Polemik Roti O dan Suara Publik yang Tak Bisa di-Scan QR
Hijrah dari Ducati, Realita Tak Semanis Harapan
Keputusan besar diambil Martin dengan meninggalkan Pramac Ducati dan keluar dari bayang-bayang pabrikan Borgo Panigale.
Ia memilih tantangan baru bersama Aprilia, tim yang bermarkas di Noale.
Namun, hasilnya jauh dari kata ideal.
Sepanjang musim, Martin hanya mampu tampil di delapan Grand Prix, turun di tujuh balapan, dan hanya empat kali melihat garis finis.
Baca Juga: Ketika Komedi Lokal Nyalip Superhero: Agak Laen 2 Pecah Rekor Box Office
Cedera Datang Sebelum Musim Dimulai
Masalah sudah muncul sejak pramusim
. Awal Februari di Sepang, Martin mengalami cedera pertamanya.
Saat bersiap comeback di seri pembuka Thailand, nasib kembali tak berpihak.
Uji fisik dengan motor supermotard justru membuatnya kembali terkapar.
Akibatnya, tiga seri awal musim harus dilewatkan tanpa perlawanan.