TITIKTEMU.CO - Ketua BTN PSSI, Sumardji, menegaskan bahwa siapa pun pelatih kepala Timnas Indonesia yang baru wajib memiliki komitmen kuat untuk berbagi ilmu dengan pelatih lokal.
Ia mengatakan bahwa syarat ini bukan pelengkap, melainkan fondasi utama dalam rekrutmen pengganti Patrick Kluivert.
Menurut Sumardji, kehadiran pelatih lokal di staf kepelatihan bukan hanya pemanis.
Mereka harus mendapatkan ruang belajar, pendampingan, dan akses untuk memahami metode kepelatihan modern.
Ia menegaskan bahwa pelatih kepala harus mampu bekerja erat dengan asisten dari Indonesia, sehingga proses alih kompetensi dapat berjalan maksimal.
Baca Juga: Bocor! Audit PBNU 2022 Ungkap Dugaan TPPU Rp100 Miliar dan Risiko Hukum Berlapis
Belajar dari Duet Shin Tae-yong dan Nova Arianto
Sebagai contoh, Sumardji menyoroti hubungan kerja Shin Tae-yong dengan Nova Arianto. Selama beberapa tahun bekerja bersama, Nova berkembang pesat karena terus menyerap ilmu dari STY.
Menurut Sumardji, kemajuan Nova adalah bukti konkret bahwa pembinaan pelatih lokal lewat pendampingan pelatih asing dapat memberikan hasil nyata.
“Kedekatan dan komunikasi intens keduanya membuat Nova berkembang jauh lebih matang,” ujarnya.
Baca Juga: Fakta Lengkap Ambruknya Asrama Dayah di Bireuen: Dampak Banjir Bandang dan 329 Santri Mengungsi
Pencarian Pelatih Baru Sudah Mengerucut
Sejak berpisah dengan Patrick Kluivert pada Oktober 2025, PSSI bergerak cepat mencari pelatih kepala baru.
Proses seleksi kini sudah mengerucut dari banyak kandidat menjadi hanya lima nama.