"Awal mula saya menyukai sepakbola kan main-main iseng-iseng sama mas. Terus senangnya itu pas main itu cetak gol, jadi kayak ada rasa ingin lagi terus menerus. Akhirnya didaftarkan sama Ayah dan Bunda, di SSB terdekat, daerah Surabaya," bua Sava mengawali ceritanya.
"Lama kelamaan kan jadi bisa tuh main bola, Ayah sama Bunda mencari SSB khusus wanita, tapi tak ketemu, jadi disuruh latihan terus saja dengan yang laki-laki, setelah itu, dapat SSB wanita, sempat ikut Persebaya beberapa bulan, sebelumnya ikut Arema tiga bulan, dari Persebaya, lalu pindah ke Persis," lanjutnya.
Baca Juga: Mau Jadi Putra Putri Solo 2023, Begini Cara Daftarnya
Baca Juga: 7 Wisata Healing di Magelang, Alamnya Bikin Hati Tenang
Sava mengatakan dukanya adalah saat terkena cedera, jika bermain sepak bola."Terus tidak bisa bermain, kalau kita sudah main, lolos ke semifinal, tapi kita kalah, jadi tak lolos ke final. Kesulitan lain adalah ketika hendak membeli sepatu, namun uangnya belum ada, jadi pakai sepatu yang rusak-rusak gitu, pakai terus saja. Kemudian saat pindah ke klub baru, jadi harus adaptasi lagi," ceritanya polos.
Baca Juga: Claudia Alexandra Scheunemann Tak pernah Absen Gol
Adapun hal lain yang membuat gadis belia nan ceria ini, teringat masa sulitnya dalam bermain sepakbola adalah ketika harus menempuh jarak yang cukup jauh antara rumahnya dan SSBnya.
"Kadang saya harus menempuhnya dengan berjalan kaki, selama 10 hingga 15 menit. Kadang kalau ada sepeda, ya pakai sepeda. Tapi seringnya sih jalan kaki," tuturnya sambil tersenyum.
Cukup sudah mengingat cerita dukanya, kini bahasan mengalir ke suka dan kegembiraan Sava, yaitu saat dirinya mencetak gol debut dalam tim U-19 wanita Indonesia.
Baca Juga: Ini Ceritanya Bagaimana Pemain Sepak Bola Berjilbab
Ya, pemilik nomor punggung 16 itu mencetak gol melalui tendangan jarak jauh, sekaligus menjadi titik balik kemenangan tim Garuda Pertiwi Muda saat melawan Laos. Sebab sebelumnya, Indonesia kemasukan gol lebih dahulu.
"Itu adalah gol pertama saya di timnas, saya tak menyangka akan berbuah gol. Saya menyangkanya, tendangan itu dapat ditepis kiper, lalu bola muntahannya disambut rekan satu tim, tapi ternyata tendangan saya itu gol. Itu pun sempat mengenai musuh, jadi gol," ungkapnya.
Artikel Selanjutnya
Libas Timor Leste, Garuda Pertiwi Cetak Skor 7-0. Puncaki Klasemen Sementara Piala AFF U-19 Wanita
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Sumber: PSSI
Artikel Terkait
Libas Timor Leste, Garuda Pertiwi Cetak Skor 7-0. Puncaki Klasemen Sementara Piala AFF U-19 Wanita
Pembentukan Timnas PSSI dan Garuda Select untuk tim U-17 Indonesia
Garuda Pertiwi Optimis Akan Dapat Poin Penuh Ke Semi Final
Claudia Alexandra Scheunemann Tak pernah Absen Gol