Dari kompetisi lokal, pelatih klub BRI Liga 1 Bojan Hodak yang tengah naik daun juga bisa sebagai calon. Hodak memiliki pengalaman panjang di Asia Tenggara, dan sukses membangun tim solid di klub yang ditangani.
Tak ketinggalan, Luis Milla, pelatih Timnas Indonesia 2017–2018. Milla dikenal membawa gaya bermain cepat, rapi, dan penuh determinasi.
Baca Juga: Patrick Kluivert Tulis Surat Terbuka Usai Gagal Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2026, Begini Isinya
Arah Baru Sepak Bola Indonesia
Ketua Umum PSSI Erick Thohir akan turun langsung dalam proses seleksi. Dia ingin memastikan pelatih baru bukan hanya piawai strategi, tetapi juga sejalan dengan visi jangka panjang federasi dan kondisi finansial PSSI.
Tantangan bagi pelatih baru nanti jelas tidak mudah. Dia harus mampu menyatukan skuad yang berisi campuran pemain lokal dan diaspora, sambil membangun sistem permainan menyerang yang lebih variatif.
Selain itu, ekspektasi publik yang tinggi menjadi ujian tersendiri bagi siapa pun yang akan menempati kursi panas sebagai pelatih Timnas Indonesia.
Lebih dari sekadar pergantian pelatih, keputusan ini menjadi momentum bagi PSSI untuk menentukan arah baru sepak bola nasional.
Apakah akan tetap mempertahankan gaya modern khas Eropa, atau justru kembali ke filosofi Asia yang lebih adaptif dengan karakter pemain Indonesia.
Satu hal yang pasti, publik kini menantikan langkah konkretPSSI. Setelah era Kluivert, Timnas Indonesia butuh sosok pelatih yang tidak hanya pandai taktik, tapi juga mampu menyalakan kepercayaan diri skuad Garuda.***
Artikel Terkait
Patrick Kluivert Bicara Pelajaran Berharga usai Timnas Indonesia Dihajar 0-6 dari Jepang
Patrick Kluivert Coret Marselino di Round 4 Kualifikasi Piala Dunia, Ole Romeny Justru Dapat Kesempatan Usai Pulih Cedera
Ujian Berat Timnas Indonesia Hadapi Arab Saudi dan Irak di Round 4: Taktik Patrick Kluivert Masih Jadi Misteri
Tagar Kluivert Out Trending! Patrick Kluivert Akan Dipecat Usai Timnas Indonesia Gagal Lolos Piala Dunia 2026?