3. Gaya Balap Agresif dan Faktor Teknis
Gaya khas Marquez yang agresif kembali menjadi sorotan.
Dalam tayangan ulang, tampak Marquez mencoba mempertahankan posisi di jalur luar, sementara Bezzecchi datang dari sisi dalam dengan kecepatan tinggi.
Analis MotoGP Italia, Luca Boselli, menilai insiden tersebut merupakan hasil dari gaya balap dua pembalap yang sama-sama agresif.
“Marquez menahan kecepatan lebih lama di tikungan tujuh untuk menjaga traksi, tapi itu membuat Bezzecchi kehilangan ruang pengereman. Ini situasi klasik antara dua pembalap dengan karakter kuat,” ujarnya.
Baca Juga: Truk Terjun dari Tol Tangerang-Merak ke Jalan Arteri Serang, 5 Orang Luka Serius!
Faktor teknis juga berperan. Motor Ducati milik Marquez tampak kehilangan grip di tikungan cepat — masalah yang sering muncul di lintasan panas seperti Mandalika.
4. Dampak Besar untuk Ducati
Bukan hanya Marquez yang apes, Francesco Bagnaia juga terjatuh di tikungan terakhir lap ke-9, membuat Ducati kehilangan dua pembalap utamanya sekaligus.
Akibatnya, tim Ducati Lenovo gagal meraih poin penting dan memberi peluang bagi rival seperti KTM dan Aprilia untuk memperkecil jarak di klasemen konstruktor.
Manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, mengaku kecewa berat.
“Kami datang ke Mandalika dengan semangat tinggi setelah kemenangan di Motegi, tapi keberuntungan tidak berpihak pada kami. Kami hanya bisa berharap Marc segera pulih,” katanya kepada Sky Sport Italia.
Kegagalan di Mandalika menjadi bahan evaluasi bagi Ducati, terutama dalam memahami karakter lintasan dengan grip rendah yang sering menyulitkan motor-motor mereka.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Tegaskan Siap Pangkas Anggaran Makan Bergizi Gratis, Luhut: Serapan Sudah Membaik!
5. Langkah Selanjutnya: Rehat dan Pemulihan
Artikel Terkait
Tragedi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo: 49 Korban Tewas, Presiden Prabowo Instruksikan Evaluasi Nasional Bangunan Pesantren
Menkeu Purbaya Tegaskan Siap Pangkas Anggaran Makan Bergizi Gratis, Luhut: Serapan Sudah Membaik!
Truk Terjun dari Tol Tangerang-Merak ke Jalan Arteri Serang, 5 Orang Luka Serius!
Ramai Gerakan “Seribu Sehari” Dedi Mulyadi, Publik Pertanyakan Kenaikan Belanja dan Transparansi APBD Jabar 2025!
Mengulik Fakta Tragedi Al Khoziny: Mobil Mercy Ditemukan Ringsek, Mimbar Musala Masih Berdiri Kokoh!