Para pemain Garuda Muda tampil menunggu untuk membaca gaya permainan lawan. Hal ini dimanfaatkan Iran untuk menekan.
Hasilnya, setelah lima menit laga berjalan gawang Indonesia kebobolan. Umpan silang dari sisi kanan pertahanan Indonesia berbuah gol karena para bek tidak begitu siap. Hal semacam ini tak boleh terulang saat melawan Uzbekistan.
Indra Sjafri kiranya bisa mengarahkan pemain langsung tampil agresif, agar lawan tidak memanfaatkan situasi untuk mencuri gol.
Baca Juga: Budgeting Ramadan: Cara Mengatur Keuangan untuk Sahur, Berbuka, dan Sedekah
- Semangat Tempur Hadapi Umpan Silang
Satu kesamaan Iran dengan Uzbekistan adalah umpan silang. Keduanya sama-sama aktif melepaskan umpan silang untuk membuka peluang.
Statistik AFC mencatat, Iran memiliki akurasi umpan mencapai 85,1 persen di laga kontra Indonesia.
Sementara Uzbekistan saat melawan Yaman, melepas 29 umpan silang dengan persentase sukses hampir 50 persen. Jumlah umpan silang sukses Uzbekistan U-20 lebih baik dari Iran U-20.
Indra Sjafri harus bisa kobarkan semangat tempur tim asuhannya dalam umpan silang. Dalam hal ini, kecakapan dan kegesitan menutup ruang lawan melepas umpan bisa menjadi kunci sukses.
Oleh sebab itu, kelemahan Timnas Indonesia dalam situasi umpan silang perlu diatasi jelang laga kontra Uzbekistan di matchday ke-2 Piala Asia U-20.***
Artikel Terkait
Erick Thohir Apresiasi Sidang Paripurna DPR Setujui Proses Naturalisasi Ole Romeny, Dion Markx, dan Tim Geypens
Belum Dinaturalisasi PSSI, Kiper di Liga Italia Ini Justru Malah Sudah Diklaim Klub Barunya Sebagai 'Orang Indonesia’
Indra Sjafri Umumkan Pemain untuk Piala Asia U-20 2025, Optimistis Raih Hasil Terbaik
Piala Soeratin U-13 2024 Putaran Nasional Siap Bergulir
Ole Romeny Resmi Jadi WNI, Daya Gedor Timnas Indonesia Semakin Tajam
Komitmen PSSI untuk Mantan Pemain Timnas Indonesia Dengan Bantuan Pada Andjas Asmara