Ketika FIFA membuat kesepakatan pada bulan ini untuk hanya mengajukan satu pencalonan tuan rumah Piala Dunia 2030 – menyatukan Spanyol, Portugal dan Maroko dengan tiga pertandingan ditempatkan di Amerika Selatan – FIFA juga mempercepat pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2034 dengan hanya federasi anggota di Asia dan Afrika. Oseania berhak mengajukan penawaran.
Batas waktu yang ketat memberi mereka waktu kurang dari empat minggu untuk mengikuti pemilihan pada hari Selasa dan hanya satu bulan lagi untuk menandatangani perjanjian penawaran yang memerlukan dukungan pemerintah.
Baca Juga: 20 Danau Paling Alami dan Indah di Malang, Seperti di Negeri Dongeng, Film Kolosal dan Fantasi
Jadwal tersebut “sedikit mengejutkan,” kata pemimpin federasi sepak bola Australia James Johnson pada hari Selasa, sambil menambahkan “kami sudah dewasa dan kami hanya mencoba untuk menjalaninya dan menangani kartu yang telah diberikan kepada kami.”
Beberapa jam setelah pengumuman FIFA pada 4 Oktober, federasi sepak bola Saudi mengatakan pihaknya ikut serta dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) – termasuk Australia – mengatakan pihaknya mendukung Arab Saudi untuk membawa kembali Piala Dunia ke Timur Tengah. setelah negara tetangga Qatar menjadi tuan rumah edisi 2022.
Baca Juga: BPBD Yogyakarta Tingkatkan Kapasitas Relawan Hadapi Musim Pancaroba
Qatar menjadi tuan rumah pada bulan November dan Desember, di tengah musim sepak bola klub Eropa, untuk menghindari panas ekstrem di bulan-bulan musim panas dan turnamen di Saudi kemungkinan juga akan dipindahkan dari periode tradisional Juni-Juli.
Asosiasi Sepak Bola Indonesia awalnya menunjukkan minat untuk mengajukan tawaran bersama dengan Australia, mungkin bersama Malaysia dan Singapura, namun minat tersebut memudar ketika Indonesia malah mendukung Arab Saudi.
Australia malah akan berusaha untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia Antarklub 2029 – yang akan diluncurkan kembali pada tahun 2025 dengan bermain setiap empat tahun dalam format baru dengan 32 tim lolos – dan Piala Asia Wanita 2026. Arab Saudi juga mengajukan tawaran untuk kejuaraan wanita Asia.
Australia dan Selandia Baru sukses menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia Wanita pada bulan Juli dan Agustus. Brisbane, negara bagian Queensland, akan menjadi kota ketiga di Australia yang menjadi tuan rumah Olimpiade ketika menggelar Olimpiade Musim Panas 2032.
Arab Saudi juga akan menjadi tuan rumah Piala Asia putra pada tahun 2027 dan telah memulai program konstruksi luas untuk membangun dan merenovasi stadion yang kemungkinan akan digunakan untuk Piala Dunia.
Dokumen penawaran FIFA menyebutkan dibutuhkan 14 stadion untuk turnamen yang diikuti 48 tim tersebut.
Piala Dunia Qatar dirundung tuduhan pelanggaran hak asasi pekerja migran selama bertahun-tahun yang diperlukan untuk membangun stadion.
“Kegagalan FIFA pada tahun 2010 dalam menuntut perlindungan hak asasi manusia ketika memberikan Piala Dunia 2022 kepada Qatar adalah alasan utama mengapa reformasi serius tertunda, dan sering kali diterapkan dan ditegakkan dengan lemah,” kata direktur eksekutif Football Supporters Europe Ronan Evain pada Selasa.
Persiapan Arab Saudi harus menghadapi pengawasan yang sama pada dekade berikutnya.***
Artikel Terkait
Bank BPD DIY Malioboro Run 2023, Lari Melintasi Sumbu Filosofi Yogyakarta
Ten Hag: Kekalahan dari Manchester City adalah salah satu hari terburuk saya melatih di Manchester United
Erling Haaland Bungkam Ejekan Suporter Setan Merah Soal Ayahnya Dengan Bukti di Derby Manchester
Lionel Messi Menangkan Ballon D'Or 2023, Gelar Kedelapan Pemain Terbaik Dunia Untuk Kapten Tim Argentina
Kalah Dalam Derby Manchester, Meningkatkan Kekhawatiran MU Tak Bisa Finis di Empat Besar Liga Inggris
Vinicius Jr Perpanjang Kontrak di Real Madrid, Siap Persembahkan Banyak Gelar
Tim U 17 Mulai Jalani Test Kesehatan Hadapi Piala Dunia U 17