Tim Dokter Cek Kesehatan Jemaah Indonesia di Rumah Sakit Arab Saudi

photo author
Agus Hermanto, TitikTemu.co
- Senin, 27 Juni 2022 | 19:06 WIB
Pemantauan kondisi kesehatan jemaah Indonesia di  Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) dilakukan lewat kegiatan visitasi tim dokter. (pic. kementerian kesehatan )
Pemantauan kondisi kesehatan jemaah Indonesia di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) dilakukan lewat kegiatan visitasi tim dokter. (pic. kementerian kesehatan )

TITIKTEMU.CO MAKKAH – Guna memantau kondisi kesehatan jemaah haji Indonesia, Tim dokter Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah melakukan visitasi kepada Jemaah Haji Indonesia yang dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).

Jemaah Haji Indonesia yang dirujuk ke RSAS umumnya memiliki penyakit yang membutuhkan tindakan lebih lanjut, seperti adanya kebutuhan untuk melakukan operasi akibat fraktur.

Baca Juga: WIMBLEDON 2022: Dominasi Novak Djokovic Diperkirakan Tumbang Oleh Para Petenis Ini

Baca Juga: 3 Ribu Karyawan Bergantung pada Holywings, Mohon Dukungan Kasus Hukum Segera Diselesaikan

Kepala KKHI Makkah dr Andi Ardjuna Sakti mengatakan bahwa visitasi dilakukan sebagai bentuk support pemerintah kepada jemaah haji yang sedang di rawat.

Di sisi lain juga sebagai bentuk pemantauan dan evaluasi bagi Tim Dokter KKHI untuk menilai kondisi kesehatan jemaah sakit yang dirawat di RSAS.

Baca Juga: Piala Presiden 2022: Minggu 3 Juli PSIS Bakal Jamu Bhayangkara FC di Stadion Jatidiri

“Tujuannya untuk memberikan layanan kesehatan sekaligus memberikan support kepada jemaah haji kita yang dirawat di RSAS” ucap dr. Ardjuna seperti dilansir TITIKTEMU.CO dari laman Kementerian Kesehatan RI.

Setidaknya ada tiga aktivitas yang dilakukan oleh tim visitasi, yang dilakukan setiap hari selama proses visitasi, lanjut dr. Ardjuna.

Pertama adalah menghubungi dokter yang merawat, untuk membahas progress kondisi jemaah yang di rawat di RSAS.

Baca Juga: PILPRES 2024: Komposisi Kekuatan Parpol dan Gerilya Membentuk Koalisi untuk Penuhi Presidential Treshold

Yang kedua adalah memberikan support secara psikis kepada jemaah, sebagai fasilitator antara jemaah dengan RSAS.

Dan ketiga juga sebagai bentuk perhatian contohnya dengan memberikan makanan dengan selera jemaah Indonesia.

“Agar Jemaah kita merasa aman, nyaman, dan terlindungi,” ujar dr. Ardjuna.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Agus Hermanto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X