nasional

Najwa Shihab Kritik Wacana Kolaborasi KPK dan Para Mantan Koruptor

Minggu, 29 Agustus 2021 | 19:31 WIB
Postingan Najwa Shihap Soal Koruptor Jadi Penyintas Korupsi (Pic. IG @matanajwa)

TITIKTEMU.CO

 JAKARTA - Wacana KPK menggandeng mantan koruptor untuk dijadikan agen pemberantasan korupsi menuai kritik. Sejumlah akun medsospun rame membicarakan ini. Bahkan anchor terkenal Najwa Shihab melalui akun instagram pribadinya memposting tulisan berjudul ‘MAHA AMPUN UNTUK MALING’ disertai video satire dengan voice note dan narasi bernada pedas.

“Sudah dengar kan, kalau KPK akan menggandeng narapidana maling sebagai agen antikorupsi? Sudah ada beberapa napi yang lolos skrining, yang katanya memiliki sikap moral dan integritas antikorupsi” kata Najwa mengawali statusnya di akun Instagram @matanajwa, Sabtu (28/8/2021).

Najwa Shihab mengatakan, KPK merancang skema yg memungkinkan sejumlah napi maling diajak kampanye pemberantasan korupsi. Para mantan koroptor ini,  kabarnya akan diminta testimoni tentang pengalaman mereka selama menjalani proses hukum.

“Sudah ada mantan napi koruptor yang lolos screening dan katanya mempunyai sikap integrtitas moral untuk memberantas korupsi. Pertanyaannya, testimoni apa yang akan dibagikan oleh orang yang selama ini bersiasat menyusun muslihat untuk mengakali hukum ?” kata Najwa mempertanyakan.

Apalagi menurut dia, banyak maling yang tidak mau mengakui perbuatannya, pasang wajah melas, menghiba pada hakim sampai berupaya menyiasati hukum.  Mereka sudah mendekam di bui saja masih merekayasa hukum.

“Banyak di antara maling-maling yang tak mengakui perbuatannya. Mempermainkan hukum dengan polah tingkah yang bikin kita marah. Kok, maling malah diajak kolaborasi? Jangan-jangan kita disuruh belajar dari mereka, bagaimana caranya menilep uang rakyat, atau belajar mendapatkan korting hukuman di pengadilan ? tegas Nana, panggilan akrab Najwa Shihab.

Baca Juga: Pikiran Rakyat Media Network PRMN: Kata KORUPTOR, kita ganti dengan MALING, RAMPOK, GARONG uang rakyat!

Najwa menambakan, kampanye antikorupsi itu penting, tapi bagaimana dengan sistem hukum dan penegakannya. Karena dari banyak kasus hukum terkait korupsi di tanah air yang pelakunya sudah dipenjara pun masih ada yang terjerat lagi kasus yang sama. (ewa)***

 

   

 

Tags

Terkini