Mendekati puncak musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang telah menyiapkan 750 ribu liter air bersih. Persediaan air ini untuk mengantisipasi kebutuhan warga di beberapa kecamatan yang selama ini memang rawan kekeringan.
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Heru Subtoro menjelaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan para Camat terkait risiko kelangkaan air bersih di musim kemarau tahun ini.
“ Kami mengharapkan para Camat untuk meningkatkan edukasi kepada warga agar menghemat penggunaan air bersih saat musim kemarau,” kata Heru.
Berdasarkan data di BPBD sendiri , pada tahun ini tersedia anggaran untuk menyediakan 750 ribu liter air bersih. Jumlah ini sama seperti pada penyediaan tahun lalu.
Sampai dengan awal semester II tahun ini, sudah disalurkan 30 tanki air bersih yang masing-masing berkapasitas lima ribu liter ke beberapa desa yang mengalami kelangkaan air bersih. Diantaranya Desa Gogodalem Kecamatan Bringin.
Baca Juga: Asyik… Petani Gunung Kidul Akhirnya Dapat 140 Traktor
Bantuan air bersih ini, selain ditujukan untuk warga yang mengalami kekeringan. sebagian lagi dimanfaatkan warga yang menjalani isolasi terpusat di rumah singgah Kopeng Getasan.
Tahun sebelumnya, kekeringan dan kelangkaan air bersih sempat mencapai 18 dusun, tersebar di tujuh wilayah desa yang ada di empat kecamatan, meliputi Kecamatan Bringin, Bancak, Pringapus dan Kecamatan Suruh.
Kekeringan dan kelangkaan air bersih di Kabupaten Semarang ini, biasanya terjadi di bulan September hingga menjelang akhir tahun.