nasional

Raja Modern, Ini Profil Mangkunegara IX

Jumat, 13 Agustus 2021 | 17:35 WIB
Mangkunera IX (kedua dari kiri) dalam sebuah acara di Pura Mangkunegaran Surakarta (Pura Mangkunegara)

TITIKTEMU.CO

Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara IX wafat pada Jumat (13/8/2021) dalam usia 70 tahun. Memiliki nama lahir Gusti Pangeran Harhyo (GPH) Sujiwakusuma, Mangkoenagoro IX adalah anak keempat atau putra laki-laki kedua dari kedua Mangkunegara VIII.

Ia memiliki tujuh saudara lainnya yaitu KPA Prabu Kusumo, BRAj Retno Satuti Rahadiyan Yamin, BRAj Retno Rosati Hudiono Kadarisman, BRM Susaktyo, BRM Herwasto, BRM Kumiyakto, dan BRAj Retno Astrini.

KPA Radityo Prabukusumo, kakak laki-lakinya yang sekaligus putra mahkota, meninggal dalam sebuah kecelakaan lalu lintas di Boyolali tahun 1977. Sujiwakusuma menggantikan posisi sang kakak sebagai putra mahkota.

Baca Juga: Perjanjian Salatiga, Akhir Perlawanan Pangeran Sambernyawa

Sudjiwo Kusumo naik tahta menjadi penguasa Mangkunegaran dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Mangkunagoro IX pada 23 Januari 1988, setahun setelah ayahnya wafat.  Prisca Marina Haryogi Supardi mendampinginya sebagai permaisuri dengan gelar bergelar Gusti Kanjeng Putri (GKP) Mangkunegara IX.

Prixca Marina sendiri merupakan putri dari Letan Jendral Supardi yang ketika itu sebagai Duta Besar Indonesia di Jepang. Dari pernikahan keduanya lahir GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo dan GRA Ancillasura Sudjiwo.

Sebelum dinomatlan sebagai Mangkunagara IX, Sujiwakusuma menikah dengan Sukmawati Soekarnoputri, putri dari presiden pertama Indonesia, Soekarno pada 1974. Pasangan ini dikaruniai dua orang yaitu GPH Paundrakarna Sukmaputra Jiwanegara dan GRA Putri Agung Suniwati. Namun, 10 tahun kemudian Siwakusuma dan Sukmawati bercerai.

Mangkunegara IX adalah raja modern yang sangat memperhatikan perkembangan seni dan budaya Jawa. Sang raja dikenal sebagai sosok yang menyukai kesenian, terutama seni tari. Ia sangat mahir memerankan sosok Bambangan, yakni seorang ksatria lemah lembut dan halus.

Di bawah kepemimpinannya, Pura Mangkunegaran sangat terbuka dengan pengunjung  yang ingin menikmati sajian budaya Jawa seperti tari, sendratari, dan pergelaran wayang kulit.

Gaya tari Mangkunegaran cukup berkembang. Beberapa karya tari lahir, antara lain Tari Bedhaya Suryosumirat (1990), Tari Kontemporer Panji Sepuh (1993), Tari Harjuna Sasrabahu, serta Tari Puspita Ratna (1998).

Baca Juga: Raja Solo KGPAA Mangkunegara IX Wafat

Penguasa Pura Mangkunegaran Surakarta angkunegara IX (Pura Mangkunegara)

Kerajaan Otonom

Halaman:

Tags

Terkini