nasional

Nakes Suntikkan Vaksin Kosong, Begini Kronologinya

Kamis, 12 Agustus 2021 | 16:52 WIB
Ilustrasi vaksi. ANTARA FOTO

TITIKTEMU.CO 

Seorang tenaga kesehatan (nakes) menyuntikkan vaksin kosong ke warga di Penjaringan, Jakarta Utara, 6 Agustus 2021 lalu. Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan (Kemkes), Siti Nadia Tarmizi, menyebut kejadian itu bukan sebuah kesengajaan.

“Nakes salah saat mengambil suntikan yang belum diisi vaksin. Mungkin karena capai juga. Begitu menyadari kosong, dia langsung menjelaskan dan memberikan suntikan," kata Siti.

Siti melanjutkan kejadian tersebut murni kesalahan yang manusiawi. Dia berharap masyarakat juga melihat hal-hal positif yang sudah diberikan oleh nakes di masa pandemi.   

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus yang menerima laporan kasus itu megungkapkan peristiwa ini terjadi saat korban seorang pria berinisial BLP melakukan vaksinasi massal di Sekolah IPEKA, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.

Saat vaksinasi, kebetulan ibu BLP merekam suntikan yang diberikan oleh nakes berinisial EO. Mengetahui anaknya disuntik vaksin kosong,  sang ibu komplainkepada penanggung jawab dari penyelenggara vaksinasi. Saat itu juga EO menyadari kesalahannya, dan langsung meminta maaf. Selanjutnya menyuntik ulang BLP.

“Panitai kemudian mengecek ulang, dan memang diakui tidak ada isinya. BLP kemudian divaksin ulang," ungkap Yusri dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Utara.

Ilustrasi vaksi. ANTARA FOTO

Kejadian itu memang sempat dilaporkan ke polisi. Namun, belakangan berakhir damai karena pelapor mencabut laporannya.

"Sudah kita mediasi. Terlapor minta maaf dan korban sudah memaafkan. Jadi kita anggap selesai,” ujar Yusri.

Yusri mengungkapkan saat itu EO menyuntikkan 599 vaksin terhadap warga. EO lupa memeriksa vaksin sebelum kembali menyuntikkan ke warga.

“Jadia dia lalai tidak memeriksa isinya. Seharusnya dia periksa dulu. Jadi ini benar-benar sebuah kelalaian,” jelas Yusri.

Terpisah, Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan pihaknya sangat menyayangkan peristiwa itu. Dia menegaskan kejadian itu menjadi evaluasi, dan berharap tidak akan pernah terjadi lagi.

“harus menjadi evaluasi bersama demi pelayanan yang lebih baik ke depannya,” ujar Wiku.

Halaman:

Tags

Terkini