Sebenarnya, proses terjadinya gerhana sudah dimulai sejak pukul 15, dua menit, 20 detik waktu Indonesia bagian barat sebagai fase awal penumbra dan selesai pada pukul 20.56 11 detik waktu Indonesia bagian barat yang merupakan fase akhir penumbra.
Hanya saja untuk fase penumbra tidak bisa disaksikan dari seluruh wilayah Indonesia. Baru ketika gerhana memasuki fase awal sebagian sebagian wilayah di Indonesia khususnya di wilayah timur bisa melihatnya misalnya masyarakat yang ada di Papua, Papua Barat ,Pulau Seram, pulau Halmahera,Kepulauan Aru ,kepulauan Kai dan kepulauan Tanimbar.
Kemudian untuk fase gerhana awal total bisa disaksikan oleh masyarakat di lebih banyak wilayah yakni Papua ,Papua Barat ,Maluku, Maluku Utara, Sulawes,i NTT, NTB ,Bali, Kalimantan Utara ,Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan ,Kalimantan Tengah, dan Kapuas Hulu.
Baca Juga: Sifat Cewek Bisa Dikenali Lewat 9 Bentuk Bibirnya. Owalah, Nomor 8 Sosok yang Centil dan Nakal..
Lebar maksimum gerhana bulan total kali ini mencapai 135,89% diameter bulan untuk umbra dan 241,43% diameter bulan untuk penumbra. Gerhana bulan total ini selain di Indonesia Gerhana, juga bisa disaksikan di wilayah Benua Amerika, Islandia ,Norwegia bagian utara Swedia bagian utara, Finlandia, Rusia, Iran, Oman, Asia Tengah, Asia Selatan, Asia Timur, Asia Tenggara, Australia dan Selandia baru.
Gerhana bulan total yang dapat disaksikan dari Indonesia selanjutnya baru akan terjadi pada 8 September 2025, 3 Maret 2026 malam tahun baru 2009,21 Desember,5 April 2032 dan 18 Oktober 2032.***