nasional

Wanita bercadar coba menerobos Istana Presiden. Moeldoko: bawa senjata rakitan tanpa proyektil peluru

Selasa, 25 Oktober 2022 | 17:17 WIB
Wanita bercadar dengan membawa senjata api jenis FN diborgol, usai mencoba menerobos Istana Presiden (pic/twitter @ Ardhanta)

TITIKTEMU.CO - Seorang wanita bercadar dengan membawa senjata api (senpi) jenis FN ditangkap polisi, usai mencoba menerobos Istana Presiden, Selasa (25/10/2022), pukul 7.00 WIB.

Kejadian itu trending di twitter, dengan tema: pengalihan isu dan paspampres. Bahkan foto perempuan tersebut diekspos di twitter juga. Akun twitter Ardhanta,
telah menayangkan wajah dari wanita tersebut.

Perempuan tersebut mendekati area pengamanan Paspampres yang tengah bertugas. Perempuan yang diduga berusia sekitar 25 tahun tersebut mencoba mendekati Istana Presiden dari kawasan Harmoni ke Jalan Medan Merdeka Utara.

Baca Juga: Investigasi Kamaruddin Simanjuntak: Ferdy Sambo punya wanita lain dan pisah rumah dengan Putri Candrawathi

"Tadi kita kan dari anggota bilang dia bawa senjata todongkan anggota ke Paspampres langsung sama anggota direbut. Sama anggota Lantas," ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Latif Usman, Selasa (25/10/2022), seperti dilansir pmjnews.com.

Perempuan tersebut sempat menodongkan senjata api kepada Paspampres. Namun, identitas perempuan bercadar itu masih belum diketahui.

Aparat keamanan juga sudah meringkus perempuan bercadar itu untuk pemeriksaan lebih lanjut. Selain senjata api, polisi juga mengamankan barang bukti berupa tas dan satu handphone.

Baca Juga: Terungkap di pengadilan: Putri Candrawathi goda Brigadir J, namun tak ditanggapi Yoshua

Sedang Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menyebut, perempuan yang menodongkan pistol ke Paspampres di depan Istana Negara bergerak sendiri.
Menurut dia, polisi masih mengusut motif wanita tersebut melakukan aksinya.

"Sementara ini individu. Tapi senjatanya memang senjata rakitan. Itu ada selongsongnya, tapi
proyektilnya tidak ada. Itu lagi didalami semua," ujar Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (25/10/2022).

Lebih lanjut Moeldoko menjelaskan dari pemeriksaan diduga perempuan itu memiliki identitas yang berbeda. Selain itu, psikolog juga akan mendalami kondisi kejiwaan wanita tersebut.

Baca Juga: Kamaruddin Simanjuntak: Brigadir J sebelum dibunuh, tahu bisnis gelap Ferdy Sambo

"Yang bersangkutan sepertinya identitasnya berbeda. Berikutnya sepertinya ada, memang akan dicek lagi oleh psikologi nanti seperti apa ya," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran mengimbau agar semua pihak tidak berspekulasi terkait penodongan Paspampres di depan Istana Negara. Polisi menyebut kasus itu belum tentu berkaitan dengan terorisme.

Halaman:

Tags

Terkini