Bjorka menyatakan publikasi data tersebut untuk mendukung rakyat Indonesia yang tengah berdemo menolak kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM.
"To support people who are struggling by holding demonstrations in Indonesia regarding the price of fuel oil. I will publish MyPertamina database soon," tulis akun Bjorka di grup Telegram yang dibuatnya.
Baca Juga: CERITA BERSAMBUNG: 'Tresnane Sang Primadona' Eps.14
Tangkapan layar pesan tersebut tersebar dan ramai diperbincangkan warganet hingga akhirnya sempat merajai trending topic di media sosial di Twitter pada Sabtu, 10 September 2022.
Lalu bagaimana tanggapan Pertamina? Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting memastikan pihaknya sangat memperhatikan keamanan data konsumen.
BUMN ini telah menerapkan standar keamanan informasi dan bekerjasama dengan pihak-pihak yang mendukung pengamanan data.
Baca Juga: AS TERBUKA: Carloz Alcatraz Menjadi Petenis Nomor Satu Dunia, Jika Menang di Final Grand Slam Perdananya
Irto menyatakan Pertamina telah berkoordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk menjaga keamanan data, khususnya data pendaftar Program Subsidi Tepat.
3. Bjorka ungkap dugaan kebocoran data hasil registrasi ulang SIM Card
Sebelumnya, akun Bjorka telah beberapa kali mengungkapkan kebocoran data. Di antaranya dugaan kebocoran data hasil registrasi ulang SIM Card.
Bjorka mengklaim telah mengantongi 1.304.401.300 atau sekitar 1,3 miliar data registrasi SIM Card. Atau sebanyak 87 GB yang berisi nomor induk kependudukan (NIK), nomor telepon, operator seluler yang digunakan dan tanggal penggunaan.
Data tersebut juga diduga telah diperjualbelikan di salah satu situs hacker. Akun Bjorka itu
juga mengaku telah membagikan 2 juta data sampel yang telah dikumpulkan dari 2017 hingga 2020.
Baca Juga: Kendati Inggris Masih Berduka, Manchester United Tetap Bertanding di Liga Europa Pekan Depan
Sejumlah nama operator telekomunikasi terungkap dalam data yang ditampilkan Bjorka, yaitu
Telkomsel, Indosat, Tri, XL, dan Smartfren. Baik Kementerian Kominfo dan para operator
telekomunikasi yang disebutkan kompak membantah kecolongan miliaran data tersebut.
4. Bjorka bobol data pribadi Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate