TITIKTEMU.CO - Pramuka menjadi salah satu kegiatan yang biasa dilakukan oleh siswa mulai dari jenjang SD, SMP, SMA, bahkan hingga perguruan tinggi.
Namun tahukah Anda bagaimana sejarah Pramuka di Indonesia? Simak penjelasan berikut.
Keberadaan Pramuka atau Praja Muda Karana tidak lepas dari peran seorang prajurit asal Inggris bernama Baden Powell.
Baca Juga: LIGA INGGRIS: Harry Kane Penyelamat Spurs dalam Laga Chelsea Vs Tottenham
Ia menulis buku berjudul “Aids to Scouting” yang tujuan awalnya sebagai petunjuk kepada tentara Inggris agar dapat melakukan tugas penyelidik dengan baik di masa perang.
Untuk menguji buku tersebut, Baden Powell beserta kelompok yang bernama Boys Brigade melakukan petualangan selama 8 hari di Pulau Brownsea.
Pengalaman selama petualangan itu lalu dicatat setiap hari dan akhirnya menjadi buku berjudul “Scouting for Boys” sekaligus dijadikan panduan oleh kelompok pemuda itu.
Baca Juga: Komnas HAM dan Labfor Polri akan Cek Ulang TKP Duren Tiga
Ajaran Baden Powell ini berkembang dan berdirilah organisasi kepanduan untuk anak laki-laki berusia penggalang yang disebut Boys Scout lalu disusul organisasi kepanduan putri bernama Girl Guides serta pandu usia siaga dengan sebutan CUB.
Di Indonesia gerakan kepanduan sudah ada sejak zaman Hindia-Belanda pada 1912 dengan nama Nederlands-Indische Padvinders Vereeniging (NIPV) yang berisi orang-orang keturunan Belanda.
Pada 1916, pimpinan Keraton Solo Mangkunegara VII membentuk Javaansche Padvinders Organisatie yaitu organisasi kepanduan yang terdiri dari orang bumi putera. Setelah itu bermunculan gerakan kepanduan lainnya.
Baca Juga: Pakar Hukum: Putri Candrawathi Berpotensi Terancam Pidana Terkait Laporan Palsu
Perkembangan kepanduan di Hindia-Belanda cukup menarik Baden Powell sehingga ia mengunjungi Batavia, Semarang, dan Surabaya pada Desember 1934.