TITIKTEMU.CO, MAKKAH – Musim haji tahun ini ditandai dengan cuaca panas di Makkah dan Armuzna.
Jamaah diminta menjaga stamina dan banyak minum air putih supaya tidak mengalami dehidrasi.
Petugas juga mempersiapkan antisipasi ketika ada jamaah haji yang terdampak suhu panas di Arab Saudi saat musim haji kali ini.
Sebanyak delapan jamaah haji berhasil diselamatkan setelah mengalami heat stroke di Arafah berkat rompi penurun suhu dari bahan carbon cool.
Kepala Pusat Kesehatan Haji Budi Sylvana mengatakan, saat ini delapan jamaah calon haji yang mengalami heat stroke di Arafah kondisinya sudah kembali sehat kembali berkat ikhtiar terapi jaket penurun suhu atau carbon cool.
“Alhamdulillah delapan jamaah calon haji berhasil diselamatkan dari heat stroke,” kata Budi di Mekkah, Kamis.
Baca Juga: Haji 2022 : Arafaf Tempat Mustajab, Perbanyak Amalan Ini saat Wukuf agar Berkah Allah Melimpah
Budi menjelaskan, salah satu jamaah haji dari kloter lima suhu suhunya mencapai 40,5 derajat, dan hipertensi. Setelah menggunakan rompi penurun suhu dalam waktu 15 menit, bisa turun suhunya dan sehat kembali.
Sebanyak 10 jaket disiapkan untuk petugas, sementara 20 jaket disiapkan untuk pertolongan pertama pada jamaah heat stroke.
Budi meminta semua petugas mengawasi pergerakan jamaah calon haji di setiap maktab. Jika mengalami perburukan kondisi kesehatan segera dibawa ke Posko Kesehatan Satelit atau Pos Kesehatan Arafah untuk ditangani lebih lanjut.
Baca Juga: PPDB: Akses Terbatas Karena Sistem Zonasi, Siswa SMP di Solo Terpaksa Mendaftar Kelas Virtual
“Keselamatan jamaah yang utama, semua kami lakukan demi keselamatan dan kesehatan jamaah," kata Budi
Jamaah Indonesia mulai memasuki Arafah sejak pukul 09.00 waktu setempat. Mereka mulai menempati tenda-tenda yang sudah ditentukan sesuai maktabnya.
Menag Yaqut Cholil Qoumas menjajal efektivitas rompi penurun suhu saat siang hari saat meninjau tenda jamaah haji di Mina.