nasional

Perputaran Uang Selama Arus Mudik Balik Lebaran 2022 Lebih dari Rp 72 Triliun. Dibelanjakan Apa Saja?

Kamis, 5 Mei 2022 | 08:35 WIB
Dengan pengaturan yang baik, arus lalin di tol Trans Jawa berlangsung tertib (TITIKTEMU.CO/indriaphadi)

Tradisi berbagi rezeki di musim libur lebaran memberikan banyak efek yang positif dari sisi ekonomi, sosial, dan lainnya. Uang triliunan rupiah akan mengalir dari kota-kota besar ke daerah tujuan mudik dan 75 persen akan berputar di perdesaan.

Baca Juga: Final Liga Champions 2022 di Stade de France, Paris, 28 Mei 2022

Makin besar peredaran uang di suatu daerah, maka ekonomi masyarakat desanya juga ikut menggeliat. Tak tanggung-tanggung, potensi perputaran uang selama arus mudik diperkirakan mencapai Rp72 triliun.

Nilai tersebut, menurut Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, diperoleh berdasarkan asumsi bahwa 40 persen dari puluhan juta pemudik melakukan kegiatan wisata di daerah dengan pengeluaran rata-rata mencapai Rp1,5 juta. Kemenparekraf juga telah menyusun peta kunjungan wisata untuk memudahkan wisatawan selama musim cuti panjang tersebut.

Dengan adanya peta kunjungan tersebut, mobilisasi pemudik ke sejumlah titik tempat wisata yang padat bisa dialihkan ke desa-desa wisata atau sentra ekonomi kreatif lain untuk pemerataan perputaran uang di daerah.

Baca Juga: Iqlima Kim: Bang Hotman Pakai Baju Warna Apa? Biar Kim Samain. Waduh Mesra Bingits Ya..

Tentunya, sejumlah strategi itu diharapkan dapat membantu pemulihan ekonomi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sepanjang jalur mudik. Yang jelas, momentum mudik yang diiringi konsumsi publik yang tinggi menjadi kesempatan yang tidak boleh dilepaskan oleh pelaku usaha.

Dinamika konsumsi musiman yang tinggi itu dapat menjadi katalis utama pemulihan ekonomi nasional. Di sisi lain, dalam perjalanan dan selama berlibur di kampung halaman, masyarakat diharapkan tetap patuh pada protokol kesehatan yang bertujuan untuk menghindari lonjakan kasus Covid-19.

Tren penurunan kasus Covid-19 saat ini diharapkan tidak membuat masyarakat abai, lengah, atau mengendurkan kewaspadaan untuk tetap menjalankan protokol kesehatan saat melakukan aktivitas pulang kampung. Sesuai dengan keinginan Presiden Joko Widodo, komitmen pemerintah diarahkan untuk mengutamakan kegiatan mudik yang aman, nyaman, lancar, dan sehat.

Baca Juga: Kapan dan Bagaimana Cara Puasa Sunnah 6 Hari  di Bulan Syawal? Begini Penjelasan Ustadz Adi Hidayat

Tentu harapan Kepala Negara agar tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19 seusai liburan hari raya, sepanjang seluruh pihak dapat memegang komitmen dan patuh dalam menjalankan semua aturan. Selamat Idulfitri 1443 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin.***

 

Halaman:

Tags

Terkini