nasional

Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman Canangkan Program TNI AD Manunggal Air

Kamis, 24 Maret 2022 | 19:12 WIB
Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman. (pic. dispenad)

TITIKTEMU.CO JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad)  Jenderal TNI Dudung Abdurachman S.E, M.M., Kamis (24/3) meresmikan pencanangan Program TNI AD Manunggal Air secara serentak dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Dudung menyatakan sebagai tentara rakyat, TNI AD hadir mengalirkan kebutuhan air bersih sebagai solusi kesulitan akses masyarakat terhadap  air bersih di seluruh pelosok negeri.

Baca Juga: KRI Teluk Sampit-525 Dijual, Komisi I DPR Bilang Setuju

Baca Juga: Bicara di Depan 821 Calon ASN Kemenkeu, Sri Mulyani: Jangan Jadi Kerikil Penggangu di Instansi Ini!

Pencanangan program TNI AD Manunggal Air melalui Video Confrence dari Mabesad yang diikuti oleh seluruh Kodam di Indonesia beserta jajarannya. Peresmian 15 titik sumur yang tersebar di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Madura dan Sulawesi merupakan program lanjutan.

Saat ini telah terbangun  sebanyak 227 titik yang tersebar, di antaranya di Bali sejumlah 23 titik, NTB sejumlah 27 titik dan NTT sejumlah 177 titik serta sumur bor sejumlah 55 titik yang tersebar yaitu 15 titik di Bali, 6 titik di NTB dan 34 titik di NTT.

Baca Juga: Prabowo Subianto Serahkan Kendaraan Tempur Produksi Pindad kepada Kasad

Pembangunan sumur bor ini merupakan bagian dari Program TNI AD Manunggal Air yang dicanangkan oleh Kasad mengingat masih terbatasnya akses masyarakat terhadap kebutuhan air bersih.

“Penyediaan air bukan sebatas air mengalir namun air tersebut harus dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat," tegas Kasad seperti rilis media yang dikeluarkan Dispenad.

Di samping itu, Kasad menyampaikan program pemenuhan air bersih dengan menggunakan sistem sumur bor, pompa hidram serta penyaluran secara grafitasi/non listrik sangat efektif dalam memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat secara ekonomis sehingga tidak membebani masyarakat dalam operasionalnya.

Baca Juga: Ruwahan dan Nyadran, Tradisi Sakral Masyarakat Jawa Jelang Ramadhan

Agar mampu bertahan lama maka program ini diiringi dengan pelatihan teknik pemeliharaan bagi Babinsa dan masyatakat setempat.

Guna memastikan keberlangsungan program di lapangan, Kasad berbincang-bincang dengan masyarakat di berbagai wilayah.

"Semoga dengan terpenuhinya kebutuhan air di wilayah juga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian masyarakat," jelasnya.

Halaman:

Tags

Terkini