nasional

Indonesia Terus Mengembangkan Vaksin Merah Putih Produksi Sendiri. Apa Bedanya Dengan Vaksin Lainnya

Selasa, 15 Februari 2022 | 15:50 WIB
Ilustrasi. Pemerintah terus kembangkan vaksin Merah Putih (indonesia.go.id)

Jika sesuai dengan timeline, diperkirakan sertifikat cara pembuatan obat yang baik (CPOB) dapat diterbitkan pada April 2022.

‘’Setelah diperoleh hasil interim uji klinik fase III, dan hasilnya bagus, maka vaksin dapat berproses untuk pengajuan persetujuan emergency use authorization (EUA) dari BPOM sekitar pertengahan Juli 2022,” ujarnya.

Baca Juga: Soal Wadas, Ganjar Pranowo Tegaskan Jangan Ada Pejabat yang “Bermain”

PT Biotis Pharmaceutical Indonesia sendiri ialah perusahaan patungan lokal PT Biotis Prima Agrisindo dengan dua mitra asingnya, yakni Pharmally International Holding Company dari Taiwan dan Harbin Weike Biotechnology Development Company dari Tiongkok.

Keduanya adalah produsen vaksin. Ada pun PT Biotis Prima sendiri, yang berdiri 2017, bergerak dalam produksi vaksin untuk ternak.

Vaksin Merah Putih dari Unair Surabaya ini juga bukan satu-satunya vaksin lokal yang akan masuk ke arena industri.

Baca Juga: Awas! Penipuan Berkedok Arisan dan Investasi Online, Yuk Kenali Ciri-cirinya

Sejumlah lembaga riset, seperti Pusat Penelitian Bioteknoloogi (LIPI), lembaga Biologi Molekuler Eijkman, ITB, Unpad, dan UGM, juga sedang mengembangkan seed (bibit) sebutan untuk bahan molekuler yang mengandung material genetik virus.

Bahan molekuler yang mengandung material genetik virus ini dikembangkan sebagai bahan aktif pada vaksin. Seed buatan Unair itu adalah produksi perdananya.***

Halaman:

Tags

Terkini