TITIKTEMU.CO, Surakarta – Seperti tahun-tahun sebelumnya, bulan Desember selalu dihiasi dengan turunnya hujan.
Kata orang Jawa, Desember berarti gede-gedene sumber atau Desember adalah identik dengan banyaknya hujan.
Faktanya, bulan Desember ini, Indonesia memang mulai memasuki musim hujan.
Baca Juga: Rezeki Mengalir Deras, Baca Surat Yasin 41 Kali, Begini Penjelasan Gus Baha
Pakar studi bencana sekaligus Kepala Pusat Studi Bencana (PSB) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Dr. Chatarina Muryani, M.Si mengingatkan masyarakat, akan potensi bencana hidrometeorologi.
Pasalnya, bencana hidrometeorologi sangat berpotensi terjadi, bencana musim hujan.
Baca Juga: Kumpulan 22 Ucapan Selamat Hari Ibu 2021, Cocok untuk Caption Fotomu
Menurut Chatarina, bencana hidrometeorologi merupakan bencana yang disebabkan oleh parameter-parameter meteorology, seperti temperatur, curah hujan, angin, dan kelembaban.
Parameter-parameter tersebut dapat menimbulkan bencana seperti longsor, banjir, hingga angin puting beliung.
Pada tahun 2020 lalu, Indonesia mengalami kenaikan bencana hidrometeorologi hingga delapan kali lipat, dibandingkan tahun 2005.
Baca Juga: Malam Tahun Baru, Alun-alun Kota Klaten Ditutup. Tidak Boleh Ada Kerumunan di Fasum
Hal ini berarti, potensi kenaikan bencana hidrometeorologi di Indonesia memang cukup tinggi.
Menurut Chatarina, peningkatan bencana hidrometeorologi disebabkan oleh banyak faktor.
Diantaranya, karena perubahan iklim, serta ulah manusia yang merusak lingkungan sehingga memperparah terjadinya bencana hidrometeorologi.