TITIKTEMU.CO, LUMAJANG - Dalam rangka penyembuhan trauma akibat awan panas guguran (APG) gunung Semeru, Komunitas Dongeng Indonesia (KDI) bekerjasama dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lumajang, mengadakan trauma healing.
Peristiwa letusan Gunung Semeru, Sabtu (4/12/2021) mengakibatkan banyak korban meninggal dunia, juga menimbulkan trauma mendalam bagi mereka yang selamat.
Trauma dalam ilmu psikologi dikenal dengan nama Post-traumatic Stress Disorder (PTSD).
Baca Juga: Ini Dia 7 Coworking Space di Jogja yang Asyik Buat Kerja dan Nugas
PTSD adalah gangguan yang membuat seseorang merasakan takut berlebih ketika ia mengingat peristiwa masa lalunya yang kelam.
Dengan menggunakan layanan mobil keliling perpustakaan kegiatan tersebut berlangsung di Posko Penyintas Semeru, bertempat di SMP 2 Pasirian, Balai Desa Jarit dan Balai Desa Sumberejo.
Relawan Kampung Dongeng Indonesia dr. Aryzana Maharani, menamakan kegiatan ini pendampingan anak karena memang ada program kampung dongeng peduli yang programnya mengadakan pendampingan anak ketika ada bencana.
"Trauma healing atau kami menamakannya pendampingan anak karena memang ada program kampung dongeng peduli yang programnya mengadakan pendampingan anak ketika ada bencana, juga ke Rumah Sakit untuk berbagi kebahagiaan dengan yang sakit dan juga ke panti asuhan,"kata Aryzana, Senin (20/12/2021).
Komunitas Dongeng Indonesia berasal dari sejumlah daerah seperti Madura, Temanggung dan Magelang.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan hiburan pada anak-anak agar sisa trauma awan panas guguran (APG) Semeru tidak terlalu berdampak pada perkembangan psikologis mereka.
Baca Juga: Wabah Covid 19 Melanda Liga Premier, Kompetisi Sepakbola Inggris Tetap Berlanjut
Aryzana menambahkan, pada kegiatan kali ini pihaknya didukung oleh Alumni Ilmu Perpustakaan UGM berupa buku-buku bacaan, Garuda Food, Yayasan An Nur Sidoarjo serta masyarakat yang peduli pada masyarakat terdampak APG Semeru.
"Kami bekerja sama dengan Perpustakaan Lumajang, karena selama ini program kami selalu disupport oleh perpustakaan dengan adanya layanan mobil baca keliling untuk menambah literasi anak," lanjut Aryzana.