nasional

Petisi PCR di Change.org Dapat Dukungan Luas, Jubir Satgas Covid-19: Kebijakan Masa Pandemi Dinamis

Jumat, 29 Oktober 2021 | 17:45 WIB
pic. tangkapan layar Change.org (Change.org )

TITKTEMU.CO JAKARTA - Kebijakan tes PCR sebagai syarat wajib perjalanan akan terus dipantau oleh pemerintah. Hal itu disampaikan oleh juru bicara Satgas Covid-19 Indonesia, Prof. drh. Wiku Bakti Bawono Adisasmito, M.Sc., Ph.D. 

“Di masa pandemi yang sedang kita alami ini, kebijakan yang dikeluarkan selalu bersifat dinamis, disesuaikan dengan dinamika kasus, kesiapan laboratorium pendukung, dan kesiapan operator jasa transportasi,” tulis Wiku dalam platform Change.org.

Dia juga berterimakasih atas suara yang disampaikan masyarakat melalui petisi online.

Baca Juga: Di Depan Peserta Sespimti Polri, Panglima TNI Sebut Dedikasi TNI-Polri dalam Perang Semesta Lawan Covid

Baca Juga: Sah! Harga Tes PCR Turun (Lagi) Menjadi Rp275 ribu

Kewajiban tes PCR untuk perjalanan ini mengundang kritik dari masyarakat. Dua petisi online muncul untuk mendesak pemerintah membatalkan kebijakan tersebut.

Kedua petisi ini ditandatangani oleh hampir 48 ribu warganet. Petisi pertama dibuat oleh Dewangga Pradityo, seorang insinyur pesawat, dan Herlia Adisasmita, seorang warga Bali.

Baca Juga: Wajib Tes PCR untuk Penerbangan Domestik Adalah Langkah Tepat dan Dibutuhkan

Saat ini, Dewangga dan Herlia meminta agar kebijakan untuk mewajibkan PCR sebagai syarat perjalanan untuk diganti.

Mereka menganggap bahwa kebijakan tersebut memberatkan masyarakat, serta tidak sesuai dengan keperluannya. Menurut Dewangga, sirkulasi udara di pesawat udara lebih baik dibandingkan dengan moda transportasi lainnya.

Perkembangan terbaru, pemerintah telah menurunkan harga tes PCR menjadi Rp 275.000 untuk daerah Jawa-Bali dan maksimal Rp 300.000 di luar Jawa-Bali, dengan hasil maksimal 1x24 jam. Walaupun sudah diturunkan, harga ini tetap dianggap masih terlalu mahal oleh kedua pembuat petisi. ***

Tags

Terkini