nasional

Nenek 91 Tahun Ini Ikut Vaksinasi, Mbah Tariyem Bilang Disuntik Ben Kepenak

Rabu, 8 September 2021 | 19:16 WIB
Di Usianya yang menginjak 91 Tahun, Mbah Tariyem tetap semangat ikuti Vaksinasi ( Dokumentasi : Humas Pemprov Jateng ) (EWA)

 

 
 
TITIKTEMU.CO
 
 
Seorang nenek terlihat ikut antri agar bisa mendapatkan suntikan vaksin di Bus Keliling yang menggelar kegiatan vaksinasi di Balkondes, Borobudur, di Magelang, Jawa Tengah,  Rabu Pagi (8/9/2021). Sekilas dilihat dari kondisi fisiknya, mungkin nenek ini paling tua usianya,  diantara para peserta vaksinasi lainnya. Jalannya pun sudah membungkuk dan tertatih. Tahapan demi tahapan proses vaksinasi, mampu dilaluinya dengan lancar mulai dari pendaftaran, screening, cek tensi, hingga mendapatkan suntikan vaksin.
 
 
Kehadiran Sang Nenek tentunya menarik perhatian Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang kebetulan mengunjungi lokasi vaksinasi. Sembari menyapa, orang nomor satu di Jawa Tengah ini juga menanyakan nama, rumah, dan lain sebagainya.
 
“Mbah, jenengan sampun disuntik? Disuntik nopone ?,“ tanya Ganjar, dikutip titiktemu dari Humas Pemprov Jateng.
 
Gubernur Ganjar juga  menanyakan, apakah perempuan yang diketahui bernama Mbah Tariyem tersebut, sudah divaksin serta bagian mana yang disuntik. Pertanyaan Ganjar ini disampaikan sembari berjongkok di hadapan Mbah Tariyem.
 
“Sampun pak. Disuntik teng mriki (nunjuk lengan kiri),” jawab Mbah Tariyem.
 
“Lha disuntik niku ben nopo?” tanya  Ganjar kepada Mbah Tariyem yang diketahui umurnya sudah 91 tahun. 
 
Saat ngobrol dengan Ganjar, Mbah Tariyem sendiri tidak tahu, jika orang dihadapannya tersebut adalah seorang gubernur.  Meski pendengarannya agak kurang, Mbah Tariyem masih bisa diajak komunikasi. Obrolan Ganjar dan Mbah Tariyem-pun berlangsung cukup lama.
 
“Mbah. . . Jenengan disuntik niku ben nopo?” Ganjar mengulangi pertanyaan, yang artinya disuntik (vaksin) itu biar apa.
 
“Disuntik yo ben kepenak,” jawab Mbah Tariyem, disambut tawa petugas dan peserta vaksinasi.
 
Kepada Gubernur, Mbah Tariyem mengaku kegiatan vaksinasi yang diikutinya tersebut merupakan kali kedua.  Setelah disuntik vaksin, petugas meminta Mbah Tariyem menunggu sertifikat vaksin.
 
“Mbah Tariyem, mangke nek angsal sertifikat ampun digadaikke nggih,” ujar Ganjar menggoda Mbah Tariyem.
 
Mbah Tariyem yang terus digoda oleh Ganjar pun gemas dengan tingkah sang Gubernur. Berulangkali Mbah Tariyem tampak mencubit lengan Ganjar.
 
 
Sebagai informasi, Pemprov Jawa Tengah meluncurkan dua dari lima bus vaksin. Bus vaksin tersebut ditujukan sebagai vaksin bergerak. Harapannya, dengan mobilitas, vaksinasi bisa menjangkau area-area yang sulit didatangi. Langkah ini juga sebagai upaya jemput bola kepada kelompok lansia dan beresiko tinggi.
 
“Kita tahu meskipun Jawa Tengah itu tengahnya Jawa. Tapi remot areanya masih banyak dan kita membikin vaksinasi bergerak, harapannya kita bisa menjangkau area-area yang selama ini sulit terjangkau,” ujar Ganjar.
 
“Saya titip pada temen-temen Kades, Kadus.  Ajak yuk yang lansia dulu, ajak yuk mereka yang punya resiko tinggi sehingga kita akan bisa melindungi mereka,” katanya.
 
Apalagi, lanjut Ganjar, dari data yang ada saat ini angka kematian didominasi oleh kelompok lansia, kelompok dengan penyakit bawaan dan mereka yang rata-rata belum divaksin.(ewa)***
 
 
 
 
 
 
 
-
BalasTeruskan
 
 
 

 

 
 

 

Tags

Terkini